| Senin, 27 Februari 2006 | MURIA |
Warga Bersihkan Sisa Lumpur Banjir
KUDUS- Warga sejumlah desa yang lokasinya terkena musibah banjir akibat luapan Sunga Gelis, Minggu (26/2) pagi mulai membersihkan lumpur sisa banjir. Pascabanjir, kondisi sejumlah jalan dan rumah penduduk terendam lumpur hingga mencapai pergelangan kaki orang dewasa. Sebagaimana diberitakan Suara Merdeka Minggu (26/2), Sungai Gelis pada Sabtu (25/2) pukul 21:00 meluap. Akibatnya, ratusan rumah yang terdapat di sepanjang daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Muria tersebut terendam air. Genangan meluas hingga Desa Jati Wetan, Pasuruan Lor, Jati Kulon, Ploso, Tanjung Karang, Kecamatan Jati, dan Demaan, Kecamatan Kota. Menurut Camat Jati, Dwi Sutomo SH, kondisi terparah ada di Desa Jati Kulon. Pihaknya bekerja sama dengan pihak terkait melakukan penanganan pascabanjir di lapangan. Hingga kini, tutur dia, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Taksiran kerugian materi, hingga kini belum dapat ditentukan. ''Warga yang sebelumnya mengungsi di tempat lebih aman, telah kembali ke rumah masing-masing. Mereka selanjutnya bekerja bakti membersihkan sisa lumpur. Kami menerima sejumlah bantuan dari pemerintah,'' ucapnya, ketika dihubungi Suara Merdeka Minggu (26/2). Panjang Luapan 150 M Sementara itu, Kepala Desa Jati Kulon, Achmad Sukarman mengemukakan, jumlah rumah yang terendam air sekitar 301 buah. Perinciannya, Dukuh Krajan 60 rumah, Jati Rejo (130), dan Kulon Kali (111). Dari 29 RT yang tersebar dalam enam RW, urainya, hanya empat RT yang bebas dari genangan, yakni RT 1, RT 2, RT 6, dan RT 7. ''Ada 12 titik tanggul Sungai Gelis yang meluap. Untuk daerah Wetan Kali enam titik luapan dengan total panjang luapan 150 meter dan sisanya enam titik di daerah Kulon Kali dengan total panjang luapan 200 meter,'' urainya. Ketua RW 3 RT 4, Desa Jati Kulon, H Sabar Busnanto SH mengemukakan, air masuk rumah dengan ketinggian mencapai 60 cm. Menurutnya, banjir yang terjadi di tempatnya adalah paling parah selama puluhan tahun dirinya mendiami tempat tersebut. ''Seingat saya, terakhir terjadi banjir pada 2002 lalu. Sebelumnya tahun 70-an juga pernah banjir agak besar, tetapi air tidak setinggi ini. Banjir kali ini menyebabkan jalanan terendam hingga satu meter, di luar tampak seperti sungai,'' tambahnya.(tik-17s) |