SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Sabtu, 25 Februari 2006

- Telah terjadi peningkatan jumlah bayi penderita gizi buruk dalam beberap tahun terakhir. Pada 2003 baru tercatat 3.670 anak, setahun kemudian telah berubah menjadi 7.813 anak. Kemudian meningkat drastis menjadi 14.273 anak pada 2005. Perkembangan jumlah yang sedemikian pesat ini tentu sangat memprihatinkan. Yang terjadi bukan angka penderita yang menurun melainkan sebaliknya. Tidak sekadar diprihatinkan tetapi harus diupayakan agar angka itu terus mengecil setiap tahunnya. Bila tidak dilakukan tindakan signifikan maka dikhawatirkan akan meledak jumlahnya.

- Transaksi REI Expo di Jawa Tengah dikabarkan turun sampai 50%. Tahun ini hanya 77 rumah terjual sedangkan 2005 masih dua kali lipatnya. Apa yang dialami perusahaan pengembang di provinsi ini merupakan salah satu gambaran betapa situasi perekonomian masih sangat berat. Hal itu dipicu kondisi makro yang belum kondusif terutama karena terjadinya kenaikan harga BBM dan tingginya suku bunga bank. Semua itu mengakibatkan daya beli masyarakat melemah serta pasar terasa lesu. Jika industri perumahan terpukul,

BARU saja menjabat sebagai Kepala Bappenas, Paskah Suzetta, mantan anggota DPR, membuat kejutan dengan menyatakan bahwa Indonesia sudah perlu mengajukan pemotongan atau keringanan utang luar negeri. Pernyataan yang sebenarnya sudah biasa di kalangan akademisi tersebut ternyata mengejutkan banyak birokrat lainnya. Terbukti kemudian Boediono selaku Menko Ekuin dan Sri Mulyani Indrawati selaku Menkeu menyatakan Indonesia tidak akan mengajukan keringanan terhadap utang luar negerinya.

TANGGAL 24 - 26 Fabruari, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menggelar gawe besar, Musyawarah Daerah (Musda) VII. Tema besar yang diusung: ''Meneguhkan Tanggung Jawab MUI dalam Membangun Khaira Ummah'' dengan sub tema, pertama, ''Meningkatkan Pemberdayaan Umat di Bidang Pendidikan, Ekonomi, dan Sosial Budaya'', dan kedua, ''Menyelamatkan Bangsa dari Ancaman Kemungkaran''.

Ketika bencana alam melanda baik tanah longsor, banjir bandang maupun lainnya banyak yang menganggap karena kerusakan alam. Kemudian digemborkan usaha penanaman di daerah kritis. Namun, lain di Sukorejo Kendal, tumbuhan pengindah jalan, palem raja, yang banyak tumbuh di jalan utama desa tersebut kini satu persatu ditebang.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA