SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Kamis, 10 Nopember 2005

JAKARTA-Kenaikan suku bunga SBI secara signifikan menjadi 12,25 persen berhasil membawa kembali nilai tukar rupiah menguat hingga 150 poin ke level Rp 9.940 per dolar AS.

 

SETELAH isu kompensasi kenaikan harga BBM, isu-isu ekonomi politik aktual paskalebaran yang hampir mewarnai media masa, menyangkut gejala inflasi tinggi dalam waktu-waktu mendatang dan reshuffle kabinet.

YOGYAKARTA-Kegiatan mencuci yang merupakan rutinitas, kini tidak perlu dipusingkan lagi, menyusul maraknya bisnis laundry. Bahkan kini terdapat pergeseran bisnis laundry dari sifatnya eksklusif menjadi bisnis kiloan yang memburu pasar mahasiswa dengan harga yang miring untuk segmen menegah ke atas.

JAKARTA-Insentif perpajakan yang diberikan pemerintah melalui paket Oktober 2005 dan dalam draf Rancangan Undang-undang (RUU) Perpajakan untuk menggerakkan dunia usaha berpotensi mengurangi penerimaan (potential loss) Rp 20 triliun.

JAKARTA-Menyikapi situasi ekonomi moneter dewasa ini, perbankan mesti melakukan sejumlah langkah nyata demi mengatasi munculnya berbagai persoalan baru. Langkah itu antara lain perbankan meski melakukan optimalisasi efisiensi menyeluruh,

JAKARTA-Dirut Bank Mandiri, Agus Martowardoyo, mengatakan belum akan menyesuaikan tingkat suku bunga simpanan dan suku bunga kredit berkaitan dengan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI rate) menjadi 12,25 persen.

 

JAKARTA-Indonesia siap merebut pasar tesktil China di Amerika Serikat (AS) pascakesepakatan pembatasan atau kuota impor tekstil China dengan AS. Pengenaan kuota impor tekstil China akan membuat pengusaha tekstil AS mencari order dari negara lain.

JAKARTA-Tekanan inflasi yang tinggi pada Oktober, akhirnya menyeret pasar saham ke teritori negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Rabu (9/11) anjlok 12,132 poin pada level 1.052,821.

JAKARTA-Badan Pelaksana (BP) Migas memperkirakan realisasi eksplorasi sumur gas sampai akhir 2005 akan lebih sedikit dibanding tahun lalu. Alasannya perusahaan perminyakan masih menunggu kepastian insentif dari pemerintah, sehingga belum menyerahkan plan of development (PoD) lapangan.

 

JAKARTA-Pemerintah akan mengevaluasi kebijakan BBM-nya jika harga minyak mentah dunia terus turun hingga di bawah asumsi APBN. Dalam APBN-P 2005, asumsi harga minyak rata-rata 50 dolar AS per barel, dan tahun 2006 asumsinya 54-57 dolar AS per barel.

SOLO-Hingga saat ini Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari Bank Tabungan Negara (BTN) berbunga subsidi rendah 5% dan 7,5 % per tahun masih tetap diberlakukan. Namun para pengembang di Surakarta tidak membangun rumah tipe kecil di bawah tipe 36.

 

JAKARTA-Bayang-bayang inflasi yang cukup tinggi akan membuat harga mobil cenderung naik. Akibatnya, perilaku konsumen yang biasanya membeli mobil impor akan beralih ke produk mobil dalam negeri.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA