| Kamis, 10 Nopember 2005 | NASIONAL |
Kasus Poso, Lima Orang DitangkapJAKARTA- Mabes Polri mengakui sedang memeriksa secara intensif lima orang yang diduga terkait kasus pembunuhan tiga siswi SMU Kristen di Desa Bukit Bambu Poso beberapa waktu lalu. "Status yang bersangkutan kita masih menunggu. Karena sampai siang tadi (kemarin-Red) dari penyidik, lima orang masih intensif diperiksa, didalami tentang peristiwa yang terjadi khususnya di desa Bukit Bambu Poso pada tanggal 29 Oktober hari Sabtu itu," kata Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Polisi Soenarko DA di Jakarta, Rabu kemarin. Soenarko mengatakan empat orang di antaranya diamankan pada Minggu (6/11) dan satu orang diamankan pada Senin (7/11). Ketika ditanya apakah satu dari lima orang tersebut merupakan anggota TNI, Soenarko menolak untuk menyebutkan. "Kita sedang menggali informasi dari orang tersebut, siapa identitasnya kita belum bisa menyampaikan, karena mekanisme pemeriksaan masih terus berlanjut," kata Soenarko. Dia juga menolak menjelaskan tempat di mana lima orang tersebut diperiksa. Pemeriksaan kelima orang tersebut, kata Soenarko, sesuai dengan kewenangan polisi untuk menahan orang yang dicurigai selama 7 kali 24 jam dalam pasal 28 UU No 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Sebelumnya di tempat terpisah Kepala Penerangan Korem 132/Tadulako Palu Kapten (Inf) Iin Abdul Muksit di Palu membenarkan telah menahan lima orang orang terkait dengan kasus pembunuhan tiga siswa SMU Kristen Poso. "Lima orang yang diduga terlibat saat ini masih diamankan di Markas Batalyon 714 Poso guna menjalani pemeriksaan," kata Muksit. Muksit mengatakan mereka yang diamankan adalah Tony Mowala alias Rinto (51) mantan anggota Polisi Militer TNI AD Poso yang juga Satpam RSUD Poso, Irfan Anjiro (23) berprofesi Satpam, Ridwan Masero (25) berprofesi petani, Saleman Yunus alias Herman (28) berprofesi tukang ojek dan Jamiluddin alias Jamil (25) yang juga berprofesi Satpam RSUD Poso. Mereka ditangkap terpisah di Kota Poso dan Kota Ampana Kabupaten Tojo-Unauna, sekitar 200 kilometer timur Kota Poso. "Ada juga yang menyerahkan diri," kata Muksit. Namun ia menolak merinci lokasi penangkapan. Menurut dia, penangkapan kelima orang yang ditengarai terlibat dalam kasus pemenggalan kepala tiga siswa SMU di Poso itu berawal dari penggalian informasi dari saksi A alias H (56) yang terlahir dalam kondisi bisu. Saksi A yang tinggal di sekitar lokasi kejadian di Bukit Bambu sempat bertemu kelima orang tersebut saat meninggalkan lokasi sambil membawa kantongan berisi penggalan kepala dan parang. Tiga siswa SMU Kristen Poso yang tewas mengenaskan dengan kondisi kepala terpenggal bernama Teresia Morangki siswa kelas 3, Ida Lambuaga (kelas 1) dan Alfitha Poliwo (kelas 1). Selain korban tewas, satu siswa SMU Kristen juga warga Kelurahan Bukit Bambu bernama Noviana Malewa berhasil menyelamatkan diri, namun menderita luka bacok serius. Novi, panggilan akrab Novianti sebagai saksi kunci peristiwa mengenaskan itu kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Palu dan dikawal ketat aparat setempat.(ant-60) |