| Senin, 31 Oktober 2005 | NASIONAL |
Habiskan Rp 2 Miliar, Pagar DPR Makin TinggiPAGAR antidemonstran tak lama lagi akan berdiri megah di depan Gedung DPR/MPR Republik Indonesia. Pagar setinggi kurang lebih empat meter itu didesain agar demonstran yang berunjuk rasa tidak dapat meloncati pagar. Proyek pemagaran yang pembangunannya saat ini dikerjakan, akan menghabiskan uang negara Rp 2 miliar. Saat ini pembangunan pagar tersebut baru untuk bagian depan gedung parlemen yang letaknya di Jalan Gatot Subroto. Dalam kaitan ini tarmasuk pintu gerbangnya dibangun baru. Karena cukup tinggi, dipastikan demonstran akan mendapat kesulitan untuk dapat meloncati pagar. Pagar yang bentuknya mirip dengan jeruji penjara dengan kerapatan sekitar 20 sentimeter, memiliki ujung yang lancip seperti mata tombak. Seringnya unjuk rasa ke rumah wakil rakyat sepertinya menjadi alasan mengapa Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR berinisiatif meninggikan pagar dan pintu gerbang halaman depan gedung yang mirip kura-kura itu. Pagar yang selama ini lebih sering ditutup daripada dibuka itu, menurut petugas keamanan dalam (Pamdal) DPR Alex, juga sering rusak. Pintu gerbang model geser saat ini sering rusak, karena didorong paksa oleh massa. Karena itu, selama ini pintu gerbang itu baru dibuka jika ada tamu negara atau kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau Wapres Jusuf Kalla ke DPR. Selain tamu-tamu penting itu, pintu gerbang selalu terkunci rapat, bahkan termasuk bagi anggota DPR/DPD yang harus rela lewat pintu belakang jika ingin masuk gedung. Memprotes Rupanya tidak semua anggota Dewan mau memutar kendaraannya melalui pintu belakang gedung. Menurut Sekjen DPR Faisal Djamal, kondisi seperti itu membuat beberapa anggota DPR memprotes penutupan pagar depan. Karena itu, Faisal berharap, dengan adanya pagar baru ini, wakil rakyat dapat masuk ke pintu depan gedung. Sedangkan tamu-tamu lain tetap diharuskan lewat pintu belakang seperti biasa. Tidak hanya pagar yang dipugar oleh Setjen DPR menjelang Lebaran kali ini. Pemugaran, termasuk juga renovasi sarana umum, antara lain perbaikan toilet, trotoar, dan plafon serta sarana lainnya. Saat menanggapi besar biaya pembangunan pagar tersebut, Faisal menjelaskan, pengajuan proyek tersebut sudah mengikuti prosedur, dan telah melalui proses tender. ''Siapa yang mengajukan anggaran termurah dan memiliki desain terbaik, dipilih. Kita melakukan tender dan setelah itu baru ditetapkan anggarannya Rp 2 miliar,'' katanya. Pembangunan pagar itu, lanjutnya, selain untuk faktor keamanan dan ketertiban, desain pagar juga memperhatikan faktor estetika. ''Karena itu, pagar dibuat transparan sehingga halaman gedung seluas 40 hektare itu dapat terlihat jelas,'' tambahnya. Dia mengatakan, anggaran renovasi sejumlah gedung di lingkungan Gedung DPR/MPR tersebut telah ditetapkan sesuai dengan anggaran. ''Itu masuk anggaran rutin. Tiap tahunnya ada. Namun kami tidak selalu menggunakan anggaran rutin tersebut tiap tahun.''(Saktia Andri Susilo-49t) |