SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Rabu, 26 Oktober 2005

JAKARTA-Kebutuhan uang rupiah tunai menjelang Lebaran meningkat tajam. Akibatnya, rupiah pada perdagangan Selasa (25/10) menguat tajam ke level Rp 9.970 per dolar AS atau naik 85 poin.

SEMARANG-PT Telkomsel mengoperasikan Telecommunication Center (TC) Gombel untuk memperluas pasar di seluruh kecamatan di Jateng dan DIY yang saat ini sudah ter-cover sinyal.

SEMARANG-Menjelang Lebaran Idul Fitri, tingkat penukaran uang di Bank Indonesia melonjak tajam. Terlebih sejak dikeluarkan dan diedarkannya uang baru pecahan Rp 10.000 dan Rp 50.000 tahun emisi 2005 sebagai alat pembayaran yang sah mulai 20 Oktober lalu. Lonjakan jumlah penukaran uang sudah terasa sejak dua hari kemarin.

JAKARTA-Membanjirnya produk garmen buatan China yang dijual dengan harga murah makin meresahkan produsen garmen dan pakaian jadi Indonesia. Apalagi mendekati Lebaran yang diperkirakan akan terjadi peningkatan impor antara 60 - 70 persen.

SEMARANG-Badan Bimbingan Massal Ketahanan Pangan (BMKP) Jateng mempersiapkan program aksi Desa Mandiri Pangan (DMP). DMP adalah desa yang masyarakatnya mempunyai kemampuan mewujudkan ketahanan pangan melalui optimalisasi sumber daya setempat untuk memproduksi bahan pangan dan meningkatkan daya beli.

SEMARANG-Bisnis transportasi merupakan usaha yang paling merasakan dampak kenaikan harga BBM. Apalagi kenaikan itu juga diikuti melonjaknya harga-harga kebutuhan kendaraan lain, seperti spare parts, oli, dan roda. Namun di tengah himpitan itu, masih ada kiat-kiat yang dapat dilakukan pengusaha transportasi agar bisnisnya tetap bertahan.

JAKARTA-Untuk mengganti pinjaman valas yang sudah jatuh tempo sejak Juni lalu, Bank Mandiri akan menerbitkan obligasi dalam bentuk dolar AS. Jumlah obligasi yang akan diterbitkan mencapai 300 juta dolar AS.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA