| Sabtu, 09 April 2005 | BANYUMAS |
Malam Hari Tak Bebas Masuki GORPURWOKERTO-Selama ini setiap orang bebas keluar-masuk kompleks Gelanggang Olahraga (GOR) Satria, Purwokerto, baik siang maupun malam. Namun sejak Senin (4/4) petugas di pintu gerbang menanyakan apa kepentingan orang yang masuk pada malam hari. Peraturan itu diterapkan setelah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) GOR dioperasikan, Minggu (3/4). Pengoperasian unit itu ditandai senam massal, yang diikuti Bupati Aris Setiono, para pejabat, dan ribuan warga masyarakat. Kepala UPTD GOR Imam Rahardjo menyatakan orang yang memasuki kawasan itu selewat pukul 18.00 untuk kepentingan berkait dengan olahraga tentu diizinkan. Namun jika tidak jelas ditolak masuk. Warga masyarakat yang berlatih bulutangkis pun dibatasi sampai pukul 22.00, karena saat itulah pintu gerbang dikunci. Sebelum kompleks itu dipagari, pada malam hari areal parkir dijadikan ajang pacaran. Tempat itu remang-remang, karena banyak pohon tetapi lampu kurang. Bertahap Imam menyatakan akan menata kawasan itu secara bertahap. Program jangka pendek menata pedagang kaki lima (PKL) dan parkir. Saat ini sudah terbentuk paguyuban PKL dan petugas parkir dari Purwokerto Lor dan kawasan Jalan Komisaris Bambang Soeprapto. Pemungutan retribusi pemakaian fasilitas di GOR juga masih memakai peraturan lama, belum berdasar Perda Nomor 2 Tahun 2003 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Untuk sementara parkir tetap dikelola paguyuban. Retribusi masuk belum diberlakukan, karena menunggu penataan fasilitas. Saat meresmikan pengoperasian UPTD, Bupati meminta unit itu merapikan dulu lokasi parkir dan membenahi GOR. Salah satu hal yang penting adalah penataan PKL. ''Buat GOR nyaman dulu, baru memungut retribusi.'' Asisten Ekonomi dan Pembangunan Didi Rudwianto mengatakan, luas kawasan GOR 11 ha. Namun tenaga pengelola baru delapan orang, yaitu tiga PNS dan lima tenaga kebersihan. ''Personel itu masih kurang.'' Dia menyatakan untuk menata kompleks itu perlu studi banding ke kota lain. Jika pengelolaan tepat, pembinaan prestasi olahraga dan pendidikan pun berjalan baik. Pemerintah juga akan membicarakan dulu soal retribusi masuk dengan DPRD. Sebelumnya, masyarakat menghendaki kawasan itu dikelola secara tepat. Komposisi tarif pemakaian diatur, sehingga peningkatan prestasi tak terhambat. Sementara itu, biaya pemeliharaan tak terlalu memberatkan APBD. Salah satu pemecahan adalah peningkatan sewa pemakaian fasilitas GOR untuk kegiatan non-olahraga. (bd-86) |