| Senin, 27 Desember 2004 | NASIONAL |
SOSOKPerlu Sosialisasi CesplengRENCANA pemerintah menaikkan harga BBM perlu disosialisasikan secara cespleng. Seperti yang dilakukan Meneg Kominfo Sofyan Djalil, saat bertemu dengan wartawan media cetak dan elektronik di Media Centre Lembaga Informasi Nasional (NIL) beberapa waktu lalu. Tema yang terlalu panjang dan formal langsung diubah oleh pria asal Aceh tersebut menjadi Ada Apa dengan BBM ? atau AAD BBM. Sofyan mengaku kata 'ada apa' kini sangat populer di masyarakat, mengingat adanya film Ada Ada Dengan Cinta dan lagu kawula muda (Ada apa denganmu-Peterpan)Menurut dia, pemerintah menempuh langkah tidak populer tersebut lebih karena pertimbangan moral, rasa keadilan, dan efisiensi, demi masa depan bersama.''Coba bayangkan subsidi BBM yang Rp 73 triliun itu cuma jadi asap. Bandingkan dengan anggaran untuk pendidikan yang hanya di bawah Rp 20 triliun dan kesehatan yang di bawah Rp 5 triliun. Subsidi ini juga menguntungkan orang kaya yang sehari-hari bermobil mewah dan menghabiskan BBM berliter-liter dibandingkan dengan mereka yang cuma pakai sepeda motor,'' katanya. Selanjutnya Sofyan juga membandingkan dengan warga Kamboja dan Myanmar yang ''negara miskin'' tapi bisa membeli BBM lebih mahal. Selain itu, jika BBM tidak dinaikkan maka terjadi hal-hal yang ironis di negeri penghasil minyak ini. ''Adanya selisih harga yang lumayan mengakibatkan BBM diselundupkan ke luar negeri. BBM yang susah payah disubsidi pemerintah berlimpah di negeri tetangga, sedangkan di negeri sendiri malah langka. Ini kan ironis,'' kata pria berkacamata tersebut. (F4-58m) |