| Senin, 27 Desember 2004 | NASIONAL |
Mosi Tak Percaya pada Agung Mulai Bergulir
JAKARTA - Gerakan mosi tidak percaya di DPR RI pascaterpilihnya Ketua Agung Laksono menjadi Wakil Ketua Umum Partai Golkar di Munas VII di Bali, mulai digelindingkan oleh anggota Fraksi PDI-Perjuangan. Namun, itu sifatnya masih perseorangan. Ketua Fraksi PDI-Perjuangan Tjahjo Kumolo sendiri mengaku belum ada permintaan dari anggotanya. ''Fraksi kami belum menerima usulan mosi tak percaya itu,'' ujar Tjahjo Kumolo kepada Suara Merdeka menanggapi mulai bergulirnnya mosi tidak percaya yang disampaikan oleh anggota fraksinya di Jakarta, kemarin. Seperti diketahui, mosi tak percaya kepada Ketua DPR, Agung Laksono terus digalang sejumlah anggota DPR. F-PDIP menilai mosi tersebut wajar, dan akan memberi dukungan. Hal itu merupakan keinginan dari setiap anggota Dewan yang semakin mengkristal di setiap fraksi. "Saya akan membawa ke Fraksi PDI-P. Saya yakin, semua anggota mendukung," kata Anggota FPDI-P DPR RI, Effendi Simbolon. Effendi menilai mosi terhadap Ketua DPR, Agung Laksono sebagai hal yang wajar. "Secara psikologi, para anggota Dewan merasakan pimpinannya berkedudukan di bawah Wapres, dan itu terjadi setelah keduanya mempunyai jabatan di eksekutif dan legislatif. "Aspirasi kawan-kawan untuk meminta kearifan Agung Laksono itu wajar. Masak Ketua DPR dalam keseharian partainya di bawah kontrol Wapres. Padahal, secara etika beliau tahu DPR setara dengan Presiden," lanjutnya. Jabatan Rangkap Menurut dia, Agung harus menjelaskan jabatan rangkap yang dipegangnya saat ini. "Pada rapat paripurna pertama setelah reses, yaitu pada 10 Januari 2005, kami akan mempertanyakan apakah pantas Agung Laksono memimpin paripurna setelah Munas Golkar." Seperti diketahui, sejumlah anggota DPR akan menggalang mosi tidak percaya terhadap Ketua DPR, Agung Laksono. Mereka khawatir DPR akan dikendalikan pemerintah, setelah Jusuf Kalla yang terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar menunjuk Agung Laksono sebagai wakilnya. Menanggapi hal itu, Agung Laksono mengatakan tidak disibukkan dan tidak memikirkan atas merebaknya suara-suara anggota DPR yang akan mengajukan mosi tidak percaya kepada dirinya. Yang penting bagi Agung, ia akan bekerja sebagai ketua DPR dengan sebaik-baiknya. "Itu terserah mereka saja. Pokoknya saya bekerja dengan baik di DPR. Saya akan tetap bekerja sesuai dengan tugas, dan akan melaksanakan pengawasan kepada pemerintah," kata Agung, menanggapi ihwal rencana pengajuan mosi tidak percaya kepada dirinya. Agung terancam mosi tidak percaya oleh anggota DPR, berkait dengan posisinya sebagai wakil ketua umum Partai Golkar. Posisi Agung dianggap sebagai "pendukung" pemerintah, karena Golkar dipimpin Jusuf Kalla yang kini menjadi wapres.(di-78a) |