logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 27 Desember 2004 NASIONAL
Line

Naiki Batang Pisang di Pantai Tiga Murid SD Terseret Ombak

KENDAL - Tiga murid SDN 2 Karangmalang Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kendal kemarin sekitar pukul 09.30 ditemukan tewas di pantai Laut Jawa, wilayah Desa Jungsemi.

Ketiga murid kelas IV tersebut, sekitar satu jam sebelumnya hilang tertelan ombak, ketika berenang di perairan itu.

Ketiga jenazah bocah malang tersebut ditemukan dalam waktu hampir bersamaan, di sekitar lokasi awal terjadinya musibah. Bocah-bocah naas itu merupakan warga Desa Karangmalang, dan siswa kelas IV di SD yang sama; yaitu Supari (10), Nursikin (10), dan Fatkurohman (11).

Keterangan yang dihimpun di lapangan menyebutkan, musibah tersebut berawal ketika pagi itu sekitar 19 bocah bermaksud bermain sepak bola di pantai pasir Desa Jungsemi. Namun, empat di antara mereka yakni Supari, Nursikin, Fatkurohman, dan Kamaludin (10), memisahkan diri untuk memancing ikan. Usai memancing, empat bocah itu memutuskan untuk mandi dan berenang.

Beberapa saat berenang, tiga dari empat anak itu tertarik terhadap potongan batang pisang (debok-Red) yang terapung-apung di dekat tempat mereka bermain.

Supari, Nursikin, dan Fatkurohman, meraih batang pisang untuk dinaiki, sedangkan Kamaludin cukup menyaksikan ketiga temannya yang sedang menaiki batang pisang dari bibir pantai.

Dari kegiatan itulah, musibah terjadi. Sebab, tanpa disadari, tiba-tiba saja ombak besar datang dan menyeret mereka, berikut batang pisang yang ditumpangi menuju ke tengah laut.

Menurut sejumlah teman sepermainan korban, saat terbawa ombak ke tengah laut, batang pisang yang mereka tumpangi kebetulan terbalik. Seketika itu pula, bocah-bocah tersebut hilang tertelan ombak. Peristiwa hilangnya tiga korban itu, membuat gempar ratusan warga Desa Jungsemi yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian.

Lokasi Rawan

Saat itu, mereka memilih menunggu di pinggir pantai dan belum berupaya melakukan pencarian di laut. Sebab, ombak laut cukup besar. Satu jam berselang, Umroh (35) seorang warga Desa Karangmalang yang sedang mencangkul di sawah dekat lokasi kejadian menemukan dua bocah malang, yakni Supari dan Nursikin, namun dalam keadaan sudah tewas dan telanjang di bibir pantai.

Umroh pun cepat-cepat memberitahukan kepada tetangganya tentang penemuan mayat Supari dan Nursikin. Oleh warga, mayat keduanya dibawa ke rumahnya masing-masing.

Ketika warga sedang mengusung kedua mayat bocah malang itu, warga lainnya mengetahui mayat Fatkurohman. Akhirnya, mayat Fatkurohman pun dibawa ke rumah orang tuanya pula.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, lokasi kejadian sebenarnya cukup rawan untuk bermain-main dan berenang. Lokasi tersebut diapit dua muara sungai, yaitu Sungai Belukar yang berjarak sekitar 500 meter arah timur lokasi musibah, dan Sungai Barongan di sebelah baratnya. Saat musim penghujan ini, kedua sungai itu memiliki arus kuat.

Kondisi tersebut memunculkan pusaran di bawah permukaan laut, persis di pantai lokasi bermain para korban.

Kerawanan itu dibenarkan beberapa warga di sekitar lokasi. Menurut mereka, pantai tersebut memiliki posisi menjorok yang cukup dalam. ''Sudah beberapa kali musibah seperti itu terjadi di tempat tersebut,'' papar Prapto, warga Jungsemi. (G15-91a)

Kronologi Tenggelamnya 3 Bocah

n Hari Minggu (26/12) sekitar pukul 09.30, 19 bocah bermain sepak bola di Pantai Jungsemi, Kangkung, Kendal.

n Empat di antara bocah itu, Supari (10), Nursikin (10), Fatkurohman (11), dan Kamaludin (10), memisahkan diri untuk memancing.

n Usai memancing, mereka berenang.

n Ketika melihat batang pisang terapung-apung, Supari, Nursikin, dan Fatkurohman, meraih dan menaikinya. Adapun Kamaludin tak berniat menaikinya; dia memilih meneruskan berenang di pinggir pantai saja.

n Tiba-tiba ombak besar datang dan langsung ''menelan'' Supari, Nursikin, dan Fatkurohman, yang sedang naik batang pisang.

n Selang satu jam kemudian, ketiga jenazah bocah malang itu ditemukan warga. (91a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA