| Selasa, 14 Desember 2004 | PANTURA |
Akan Dipilih Tujuh Perpustakaan Terbaik
PEKALONGAN- Perpustakaan Kota Pekalongan akan memilih tujuh terbaik dari 35 perpustakaan sekolah dan masyarakat di wilayahnya. Tujuh terbaik itu terdiri atas lima dari perpustakaan sekolah dan dua perpustakaan masyarakat. Selanjutnya perpustakaan terbaik tersebut pada 2005 akan diusulkan untuk mendapatkan bantuan dari bank dunia masing-masing Rp 7,5 juta. Kepala Perpustakaan Kota Pekalongan Dra Titik Sunarsih di kantornya menuturkan, penilaian perpustakaan itu dilakukan berdasarkan hasil rapat di Jakarta, beberapa hari lalu. Dalam rapat tersebut diinformasikan bahwa Bank Dunia masih merencanakan membantu perpustakaan sekolah dan perpustakaan masyarakat yang benar-benar berfungsi. Menurut rencana, kata dia, 35 perpustakaan sekolah dan masyarakat yang pada 2002-2004 mendapatkan bantuan dari Bank Dunia, sudah dievaluasi apakah perpustakaan itu benar-benar dapat berfungsi dengan baik atau tidak. Bagi yang baik, direncanakan mendapat bantuan Rp 2 juta. Namun bila tidak berfungsi dengan baik, tahun depan tidak akan diberikan. Bagaimana kriteria perpustakaan yang berhasil, kata Titik, dapat diukur melalui lima indikator. Yakni, indikator pemakaian, manajemen, pengguna, ketertiban masyarakat, dan kemampuan perpustakaan. Kemudian mengenai kriteria perpustakaan sekolah/ masyarakat yang baik adalah banyak dikunjungi murid, kepala sekolah, komite sekolah, orang tua, dan buku-buku dipakai sebagai bahan ajar di kelas. Selanjutnya, koleksi buku-buku bertambah dan terpelihara, jumlah buku yang dipinjam meningkat, petugas selalu berada di tempat untuk melayani dan selalu memberikan motivasi, serta menjadi sumber penyedia informasi bagi guru dan murid. Menurut Titik, mengelola perpustakaan tidaklah mudah, karena harus dilakukan secara teliti dan buku-buku juga harus baik.(A15-74s) |