
| Jumat, 2 April 2004 | Berita Utama |
"Gunakan Hak Pilih Sesuai Nurani"
SEMARANG-Hingga kampanye hari terakhir, kemarin, pelaksanaan tahapan Pemilu 2004 berjalan relatif lancar dan aman. Gubernur Jateng H Mardiyanto menyatakan, kalau ada kekurangan masih dalam batas wajar dibandingkan dengan besarnya jumlah penduduk di Jateng. "Saya melihat pelaksanaan kampanye cukup positif. Meskipun ada kekurangan di beberapa sektor, hal itu cukup wajar karena jumlah penduduk di Jateng cukup besar, sekitar 31 juta jiwa," kata Gubernur setelah menerima kartu pemilih dan surat pemberitahuan Pemilu 2004 di kediamannya, Puri Gedeh, Jalan Gubernur Budiono No 8, Kamis (1/4). Gubernur menerima empat kartu suara dan empat surat pemberitahuan. Yakni untuk dia, istrinya, Ny Effi Mardiyanto, dan dua putranya, Indra Gunawan dan Bayu Widiatmoko. Kartu suara itu sekaligus untuk pilihan presiden 5 Juni (putaran pertama) dan 20 September (putaran kedua). Kartu suara diantarkan anggota KPU Kota Iva Sri Wulansari, Lurah Pendrikan Kidul Irawan Parlindungan, Ketua PPS Pendrikan Kidul Kadaryono, dan Sekretaris PPK Semarang Tengah Bambang Surono. Hadir Kepala BIKK Anwar Cholil dan anggota KPU Jateng Ari Pradhanawati. Pindah TPS Gubernur sekeluarga akan melakukan coblosan di TPS 1 Pendrikan Kidul Jalan Yudhistira. Namun, dia menyampaikan pesan kepada KPU Kota, bagaimana apabila anaknya tidak bisa memilih di tempat itu. Putranya, Bayu Widatmoko, yang berprofesi sebagai penerbang belum bisa dipastikan pada 5 April melakukan penerbangan di mana. Tetapi biasanya tiga hari sebelumnya sudah bisa diketahui jadwal penerbangannya. Iva Wulansari mengungkapkan, kedua putra Gubernur tercatat dalam daftar pemilih sementara. Berdasarkan SK KPU No. 01/2004, pemilih yang belum terdaftar dalam daftar pemilih tetap, dibuatkan kartu pemilih sementara sebelum 29 Januari. Bila tidak bisa memilih di TPS tersebut, bisa mengajukan surat pindah. "Petugas TPS akan membuatkan surat pindah sesuai dengan tempat dia akan melakukan coblosan. Hal itu juga bisa berlaku untuk semua warga yang memiliki hak pilih, tetapi karena ada kepentingan tidak bisa melakukan pemilihan di TPS semula," jelasnya. Sementara itu, memasuki hari tenang pada 2, 3, dan 4 April, Gubernur berpesan kepada warga Jateng agar memanfaatkan hari-hari itu dengan sebaik-baiknya dan memberikan kesempatan kepada KPUD dan Panwas Pemilu untuk melakukan persiapan dengan baik. Persiapan itu dilakukan sampai ke tingkat TPS. "Masyarakat yang sudah memiliki hak pilih, hendaknya menggunakan hak pilih itu pada 5 April dengan hati nurani masing-masing." Disinggung adanya hubungan kurang harmonis antara KPU Jateng dan Panwas Pemilu Jateng, Gubernur menyatakan tidak merasakannya. Menurut dia, kedua lembaga itu sama-sama pranata sosial yang diakuinya semua berkewajiban menyukseskan pemilu. (G1-69k) |