| INDEKS BERITA HARI INI | Kamis, 20 November 2003 |
|
TAJUK RENCANA : Sulitnya Memberantas Praktik Percaloan -- Fenomena ini selalu terulang setiap tahun. Percaloan merebak bersamaan dengan derasnya arus pemudik baik dari Jakarta maupun kota-kota lain di luar Jawa. Terutama memang dari Ibu Kota yang jumlah pemudiknya tak kurang dari 3 juta orang. Tidak berimbangnya antara permintaan dan penawaran tiket, baik kereta api, pesawat terbang, maupun kapal penumpang menjadi makanan empuk bagi para calo. |
TAJUK RENCANA : Babak Awal Memilih Caleg -- Separo anggota DPR dari FPDI-P bakal dicalonkan lagi, separo yang lain dicoret. Dari semua anggota fraksi terbesar di legislatif itu (153 orang), 76 nama bakal dicalonkan, sedangkan sisanya tak masuk daftar. Sekjen DPP Pramono Anung yang mengemukakan hal itu menyebutkan alasan, mereka yang dicoret dinilai tidak mengakar ke massa partai tersebut. Indikasinya, ada titik temu antara DPP dan DPC tentang calon-calon tersebut. |
|
|
KARANGAN KHAS : KB, Investasi SDM Mendatang Oleh: Priyonggo "SEDARI awal kita sadar, program keluarga berencana nasional penting artinya bagi pelaksanaan dan keberhasilan program- program pembangunan pada umumnya. Ia merupakan bagianpenting dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kita ikrarkan sebagai sentral dalam pembangunan itu sendiri" (Presiden RI Megawati Soekarnoputri, Jakarta, 30 Januari 2002). |
KARANGAN KHAS : Pramuka dan Keberadaban Bangsa Oleh: Asep Purnama Bahtiar ANCANGAN dan rencana strategis gerakan pramuka yang substantif, kontekstual, dan responsif disadari merupakan keniscayaan yang tidak bisa diabaikan. Kemestian ini berdasar pada pertimbangan dan pemikiran yang akan memungkinkan terlaksananya motto gerakan (Satyaku kudarmakan, darmaku kubaktikan) dalam realitas kehidupan, baik dalam skala lokal, nasional, maupun global. |
|
|
DEBAT : Seks Mahasiswa, Pembusukan Etika Oleh: Sawali - Mahasiswa S2 Bahasa Indonesia Unnes UNTUK kesekian kalinya, kampus kembali mendapat sorotan miring. Setelah "skandal masjid" tercium pers, banyak kalangan menuding, kampus kehilangan idealisme untuk menegakkan kultur akademik. Mahasiswa dianggap lebih memuja hura-hura dan hedonisme ketimbang memburu sesuatu yang lebih terhormat dan bermartabat. |
DEBAT : Banyak Ruginya, Sedikit Nikmatnya Oleh: Noor Chanifah - Mahasiswi Psikologi UMK MAHASISWA memang rentan melakukan hubungan seks. Apalagi bagi mahasiswa indekos. Biasanya bagi mereka yang landasan agamanya tidak kuat akan mudah terpengaruh seks bebas. Berbeda bagi mahasiswa yang mempunyai landasan agama kuat, mereka tidak akan mudah terpengaruh. |
|
|
DEBAT : Tempat Kos yang Agamis Oleh: M. Sutino - Dosen Unisbank Semarang ADA yang beralasan mahasiswi terjerumus ke praktik seks hanya semata-mata faktor ekonomi. Saya sangat kurang setuju dengan alasan itu. Sebab orang tua mestinya sudah siap membiayai putra-putrinya apabila memutuskan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Kecuali ada kasus-kasus lain, mungkin orang tua cerai, meninggal atau di PHK. |
SURAT PEMBACATemu Kangen Alumni SMPN 1 SalatigaForum ini diharapkan bisa dihadiri semua alumnus angkatan 1973 dan lulusan 1975 yang akan diselenggara pada 28 November 2003 pukul 13.00 di SMUN II (dulu SPG Negeri) Jl Kartini Salatiga. Mari kumpul bareng dan bernostalgia bersama dan acara tersebut butuh kontribusi Rp 25.000/ orang. |
|