logo SUARA MERDEKA
Line
 Berita Utama Minggu, 28 September 2003  
Line

Chrisjon ke Pentas Dunia

  • Sempat Bingung Atasi Oscar Leon
ANGKAT TANGAN: Ketua KTI Pusat Anton Sihombing mengangkat tangan kanan Chrisjon setelah pembawa acara Undang Suhendar membacakan hasil dari tiga juri, dengan keputusan menang angka 2-1. Chrisjon pun meraih gelar juara ad interim kelas bulu WBA. (57)

DENPASAR- Pamor petinju kelahiran Banjarnegara, Chrisjon, kini mulai mengorbit ke pentas dunia, setelah memenangi duel terberatnya melawan Oscar Leon (Kolumbia), dalam perebutan gelar juara dunia kelas bulu ad interim versi Badan Tinju Dunia (WBA) di depan Kartika Plaza Hotel Kuta, Bali, dinihari kemarin.

Dengan kemenangan angka tipis (2-1) itu, keinginan petinju asal Sasana Bank Buana Indonesia Semarang untuk menantang juara dunia Derrick Gainer (AS) makin mendekati kenyataan. Dengan catatan, Gainer tak meneruskan rencananya melawan Juan Marques, dalam partai penyatuan gelar WBA-IBF Super.

Andai Gainer tetap menginginkan Marques, maka dalam tempo dua bulan gelar juara kelas bulu WBA jadi milik Chrisjon. Tetapi apa pun yang terjadi, keberhasilan anak asuhan Mukhlis Sutan Rambing menaklukkan Oscar Leon -juara dunia kelas bulu versi IBA, peringkat 3 IBF, serta peringkat 10 WBA- membuat Chrisjon masuk dalam orbit dunia. Bayangkan, dia bakal meramaikan pentas dunia di kelas bulu, dengan sejumlah petinju hebat macam Eric Morales, Marco Antonio Barera, Nashim ''Prince'' Hameed, Juan Marques, serta Derrick Gainer.

Bagaimana pun, kemenangan Chrisjon telah mengangkat kembali pamor dunia tinju profesional Indonesia, yang surut setelah masa kejayaan Elyas Pical dan Nico Thomas berakhir. Apalagi kemenangan itu diraihnya di Bali, bersamaan dengan penyelenggaraan Konvensi Ke-82 WBA.

"Handphone saya terus berdering setelah Chrisjon merengkuh kemenangan. Bahkan ada rekan dari Singapura yang langsung mengontak saya, begitu pertarungan Chrisjon-Oscar berakhir," ujar Ketua Umum Komisi Tinju Indonesia (KTI), Anton Sihombing, kepada Suara Merdeka kemarin siang.

Sempat Bingung

Sukses Chrisjon itu makin lengkap, setelah adiknya -Andrian John- sukses mempertahankan gelar juara nasional kelas bulu versi KTI, menyusul hasil draw saat menghadapi peringkat pertama, Ronaldo (Sasama JK-Dobeli Jakarta).

Memang bukan perkara mudah bagi Chrisjon untuk menaklukkan Oscar Leon. Kendati usia lawannya tujuh tahun lebih tua, stamina petinju berkepala plontos dan berkulit keling itu tetap oke untuk melakoni 12 ronde pertarungan melawan Chrisjon.

Seusai bertarung, Chrisjon kepada wartawan mengaku sempat kebingungan menghadapi gaya lawannya yang kidal. "Baru kali ini saya menghadapilawan petinju kidal. Saya sempat bingung bagaimana cara untuk menaklukkan dia," ujarnya.

Sutan Rambing menambahkan, gaya Oscar sebagai petinju kidal membutuhkan solusi tersendiri. ''Ternyata, Chrisjon mampu mengalahkan dia," tuturnya bangga.

Pada enam ronde awal, pertarungan kedua petinju berjalan agak monoton. Keduanya belum berani masuk untuk merangsek atau melakukan jual-beli pukulan dalam jarak dekat. Sepanjang waktu, keduanya terlihat seperti menjajaki kekuatan dan kelemahan masing-masing.

Hook dan straight kiri Oscar yang dikenal keras, tepat sasaran, beruntun, serta menyengat, sempat membuat Chrisjon agak keder. Akibatnya, dia tak berani masuk dan melancarkan pukulan kombinasi di enam ronde awal tersebut.

"Setelah ronde keenam, saya instruksikan Chrisjon agar bertanding ofensif dengan melancarkan serangan pukulan kombinasi," jelas Sutan Rambing.

Hasilnya mulai terlihat pada ronde ketujuh sampai sembilan. Dua petinju yang sama-sama buta kekuatan lawan itu mulai berani bertarung dalam jarak dekat.

Untuk menghindari serangan Oscar yang didominasi hook dan straight kiri yang keras itu, Chrisjon menerapkan taktik hit and run (pukul dan lari).

Hebatnya, pukulan itu selalu dilancarkannya setiap berhasil menghindar dari sergapan lawan.

Hebatnya lagi, pukulan balasan Chrisjon lebih sering masuk ketimbang melenceng. Sebaliknya, berkali-kali jotosan maut Oscar Leon berhasil dihindarinya dengan body weaving dan foot work-nya yang enteng, atau tertahan oleh double cover-nya dinilai pengamat tinju Syamsul Anwar Harahap sangat rapi hingga ronde terakhir.

Begitu melancarkan beberapa pukulan kombinasi jab, hook, dan straight ke wajah Oscar, Chrisjon langsung bergerak ke belakang sambil bergerak.

"Mestinya, setelah menyerang dan terlihat lawan mulai kelabakan, Chrisjon harus menggencarkan pukulannya," kata Eddy Pirih, promotor tinju profesional dari Surabaya.

Tapi, ada pertimbangan lain dari Sutan Rambing, yakni agar Chrisjon tidak menggelontor pukulan ke arah Oscar.

"Counter attack Oscar, yakni hook dan straight kirinya, sangat keras dan terarah. Sebelum ronde keenam, Chrisjon sempat merasakan beberapa kali dan itu berbahaya kalau terus-menerus terjadi. Bisa-bisa petinju saya habis," kilahnya.

Pada ronde 11, satu pukulan hook kiri keras Chrisjon tepat mengenai wajah Oscar. Petinju Kolombia ini pun terhuyung-huyung, kemudian jatuh. Wasit sempat menghitungnya. Namun, Oscar masih dapat melanjutkan pertarungan.

Di ronde terakhir, kedua petinju terus menggencarkan serangannya. Jual-beli pukulan berupa hook, straight dan uppercut terus berlangsung. Untungnya, Chrisjon mampu mempertahankan stamina dan strateginya menghadapi Oscar.

"Sebenarnya tak ada pukulan telak Oscar yang mengenai Chrisjon. Jadi, sangat pantas jika Chrisjon meraih kemenangan. Prinsipnya, Oscar tak memiliki jalan untuk mengalahkan Chrisjon," tegas Syamsul Anwar.

Dalam pertarungan 12 ronde itu, Hakim Ruben Garcia (AS) dan Kwan Jo Jang (Korsel) memberi nilai 116-114 dan 116-113 untuk Chrisjon. Sedangkan Hakim Lic Guilleriyo Peres dari Panama memberi nilai 112-114 untuk Oscar.

Dalam pertandingan Andrian John lawan Ronaldi, Hakim Sawab Harto Prayitno (Jateng) memberi nilai 116-114 untuk Andrian. Sedangkan Agus Kadarisman (Jabar) memberi nilai 114-116 unuk Ronaldi, serta Yoga Alwi (DKI) memberi nilai 114-114. Dengan demikian, pertarungan dinyatakan draw dan gelar juara nasional kelas bulu tetap berada di pundak Andrian. (G14-48)

DATA PRIBADI

Nama lengkap:Christian Jhon

Nama ring: Chrisjon

Tempat/tanggal lahir: Banjarnegara, 4 September 1981

Sasana: Bank Buana Indonesia Semarang

Manajer: Sutan Rambing

Pelatih: Sutan Rambing

Tinggi: 171 cm

Jangkauan: 82 cm

Naik ring: 31 kali

Menang: 31 kali

Menang KO/TKO: 19 kali

Menang angka: 12 kali

Kalah: 0

Draw: 0


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA