logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 13 September 2003 Sala  
Line

Dikembangkan Ramuan Obat

PENDAPA PAGELARAN- Peserta yang mengikuti Pameran Biofarmaka Isambec 2003 di Pendapa Keraton Kasunanan Surakarta ternyata ada beberapa yang datang dari luar Solo. Salah satunya kelompok masyarakat budidaya tanaman obat dari Desa Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, Madura.

Dengan fasilitas dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), Universitas Muhamadiyah Malang (UMM), dan Universitas Trunojoyo Bangkalan (Unibang), mereka memamerkan hasil komoditas tanaman obat yang selama ini menjadi usaha kelompok masyarakat yang tergabung dalam Yayasan Annuqayah tersebut.

"Yang kami pamerkan tak hanya tanaman obat, tapi juga ramuan obat-obatan yang kami hasilkan dari pembudidayaan tanaman itu. Misalnya, sari jati belanda, ramuan obat untuk pelangsing, lalu sari kumis kucing untuk obat rematik, kunci pepet atau obat sari rapet, dan masih banyak yang lain," ujar Supriyatin, Humas Yayasan Annuqayah.

Menurut dia, usaha pembudidayaan tanaman obat itu belum lama dilakukan, tetapi hingga kini sudah lima kampung di desanya yang mengembangkan usaha tersebut. "Kalau jumlah warga, saya tidak tahu pasti. Yang jelas, di desa saya sekarang sudah ada lima kampung," paparnya.

Tentang pemasaran, menurut dia, selama ini masih sebatas dengan para pasien. Adapun untuk pemasaran berjumlah besar masih mencari tempat penampungan. (G19-83i)

Serba-serbi

Banyak Gadis Cantik

SELAIN menghadirkan berbagai tanaman, ramuan, dan jenis obat-obatan, Pameran Biofarmaka Isambec 2003 juga banyak menghadirkan gadis-gadis cantik, terutama di stan ramuan atau obat-obatan yang berkaitan dengan wanita. Wanita-wanita cantik itu selain menunggu stan, juga menjadi orang yang akan memberikan penjelasan bila ada pengunjung datang. Bila Anda penasaran, datang saja ke pameran. (G19-83i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA