
| Sabtu, 13 September 2003 | Berita Utama |
Penduduk Miskin Jateng 7.308.300 OrangSEMARANG- Penduduk miskin Jawa Tengah masih cukup banyak, yakni mencapai 7.308.300 orang. Selain itu angka pengangguran relatif tinggi, yaitu 984.234 orang. "Persoalan tersebut terus kami upayakan solusinya, termasuk dengan mendorong peningkatan sektor ekonomi guna menanggulangi kemiskinan dan mengurangi pengangguran," kata Gubernur Mardiyanto saat menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang rencana strategis (renstra) Provinsi Jateng 2003-2008, dalam rapat paripurna di Gedung Berlian, kemarin. Dijelaskan, persoalan kemiskinan merupakan masalah klasik, karena terjadi hampir setiap masa. Dari perjalanan pemerintahan selama ini, sudah berulang kali permasalahan itu dicarikan solusi atau pemecahannya. Meski hasilnya belum memuaskan, katanya, bisa menekan pembengkakan angka kemiskinan dan pengangguran. "Kami sangat berharap semua komponen masyarakat di Jateng bersama-sama membantu persoalan ini, demi kemajuan Jawa Tengah," imbau Gubernur. Diakui, pertumbuhan ekonomi sampai Triwulan I 2003 baru mencapai 2,74 % dan itu ternyata belum mampu mengatasi masalah-masalah tersebut. Pengembangan investasi juga belum menunjukkan hasil optimal. Selain itu sektor pendidikan, yang masih lemah, memengaruhi masa depan generasi. Kelemahan pendidikan itu lebih dipengaruhi oleh empat hal, yakni rendahnya kualitas, relevansi, pemerataan, dan efisiensi pendidikan. "Itu semua memang potret kelemahan yang perlu segera dibenahi. Belum lagi penanganan penyakit masyarakat dan penyandang masalah kesejahteraan sosial, yang juga meminta perhatian serius." Potensi Andalan Di samping kelemahan-kelemahan tersebut, lanjut Gubernur, Jateng memiliki potensi yang dapat diandalkan, antara lain kondisi geografis yang strategis, potensi pertanian dan kehutanan yang mampu penyumbang terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) sebesar 25,95 %. "Keduanya menjadi bagian dari faktor kekuatan pembangunan Jawa Tengah," tuturnya. Di antaranya kekayaan yang terkandung dalam sumber daya kelautan, industri kecil menengah (IKM) usaha kecil menengah (UKM), pariwisata, potensi sumber daya air, tambang, energi serta iklim kondusif yang mendukung ketenangan dan keamanan bagi para investor. "Saya yakin semua potensi yang ada mempunyai peluang untuk menjawab kelemahan Jateng. Tinggal bagaimana mengelola, memanfaatkan, dan mendistribusikan hasil secara baik." Secara makro renstra 2003-2008 terbagi menjadi dua bagian. Pertama tahap akselerasi (program 100 hari), berupa penajaman kegiatan yang telah terprogram. Kedua, tahap pembangunan 2004-2008, untuk pencapaian visi dan misi pembangunan Jateng. Sementara itu anggota Komisi A DPRD Jateng Dra Hj Munawaroh mengatakan renstra yang dibuat Gubernur sangat bagus, karenanya perlu mendapat dukungan semua pihak. Namun demikian, ia meminta Pemprov agar mendata secara cermat semua aset yang dimiliki, sebab akan memengaruhi kemudahan pemerintah dalam pengelolaannya di masa mendatang. (H1,G1-31) |