logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 13 September 2003 Berita Utama  
Line

Cholil: Cabut Keputusan soal Ipul

  • Muncul Tuntutan MLB

JAKARTA- Mencabut keputusan Dewan Syuro DPP PKB tentang reposisi Sekjen Saifullah Yusuf (Gus Ipul) adalah satu-satunya opsi untuk mengatasi kemelut, ketimbang menggelar muktamar luar biasa (MLB) yang wacananya terus menggelinding.

"Tidak ada opsi lain kecuali membatalkan keputusan reposisi sekjen. Itu jalan tengah terbaik," kata Wakil Ketua Dewan Syuro KH Cholil Bisri yang dihubungi dari Jakarta, Jumat (12/9).

Setelah keputusan itu dibatalkan, Mbah Cholil, demikian dia biasa dipanggil, berharap semua pihak yang terlibat konflik bertemu untuk membicarakan kepentingan masing-masing sehingga terjadi kompromi. Dia juga meminta jangan ada yang bersikap arogan dengan kepentingannya.

"Semua harus bisa duduk bersama, jangan ada yang dengan gaya pemimpin mau menang sendiri. Jika tidak, jelas akan terjadi mudarat (kerusakan-red) bagi PKB. Apalagi bila kiai NU sudah ramai-ramai bersikap seperti itu."

Apalagi sekarang sedang bergulir tuntutan para kader PKB untuk menggelar MLB dengan agenda menggusur kepengurusan Alwi Shihab dkk dari DPP, sudah mendapat respons dari sejumlah kiai.

Bahkan, sudah muncul respons dari kiai untuk mendudukkan Gus Ipul atau Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi sebagai Ketua Umum PKB yang baru. Finalisasi kesepakatan itu akan digelar dalam pertemuan para kiai yang rencananya digelar di kediaman Rois Aam PBNU KH Sahal Mahfudh di Pati, Minggu (14/9).

Masalah aspirasi MLB tersebut menjadi salah satu opsi yang akan dibahas dalam pertemuan konsultasi tersebut. Kiai Cholil saat dimintai konfirmasi mengakui adanya tuntutan MLB yang semakin menguat.

Meskipun ada persyaratan tuntutan itu harus didukung 2/3 dari jumlah cabang partai, kemungkinan menggelar MLB itu sangat terbuka, mengingat kebanyakan kiai sepuh dalam pertemuan di Lirboyo Kediri ataupun Langitan menolak keputusan Dewan Syuro. "Jadi, lihat saja nanti."

Pihaknya menyatakan aspirasi itu mengarah ke MLB karena banyak cabang dan wilayah partai mendukung. Kendati dukungan itu makin menguat, para kiai tidak mau tergesa-gesa mengambil sikap jika ada cara yang lebih baik.

Maksudnya, dalam pandangan kiai, rencana tersebut akan dipikirkan dulu secara mendalam termasuk usulan mendirikan partai baru.

"Kami lihat arahnya memang ke sana. Semua tidak boleh menampik kenyataan itu. Usulan agar segera digelar MLB memang ada dan menguat. Yang penting, musyawarah itu harus membuahkan sesuatu yang baik bagi PKB."

Dia mengemukakan, solusi dengan membentuk partai baru kelihatannya lebih berat dan waktunya tidak cukup.

Saat ditanya, apakah pertemuan di kediaman Mbah Sahal itu untuk memantapkan rencana MLB, Kiai Cholil menjawab, "Ya, kami akan minta nasihat kepada para kiai dan menyerahkan bagaimana baiknya untuk menyelesaikan masalah ini kepada Rois Aam."

Soal maksud dari pertemuan 1.000 kiai di Jakarta pertengahan Oktober nanti, dia yang juga Wakil Ketua MPR itu mengemukakan, untuk menyatukan pendapat sehingga suara yang keluar hanya satu.

Dia mengatakan, para kiai itu perlu diberi hak politik untuk mengatur umatnya.

"Siapa umatnya? Umatnya itu banyak, ya Gus Dur dan umat NU yang lain. Selama ini para kiai diurus terus, diminta manut saja. Sekarang ini para kiai harus ngatur dan jangan diatur terus. Namun untuk ke sini harus ada satu kata, dan kelihatannya sudah terkonsolidasi dengan baik."

Mempererat

Sementara itu, KH Abdullah Faqih, pimpinan Pondok Pesantren Langitan, Tuban meminta agar tidak ada perubahan jabatan apapun di tubuh DPP PKB, termasuk reposisi Ipul sebagai Sekjen. Dia malah berharap agar PKB lebih mempererat hubungan dengan NU.

Sikap dia disampaikan oleh Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jatim KH Anwar Iskandar, Jumat (12/9). Sebelumnya Anwar, yang lebih sering disapa Gus War, sowan ke Kiai Faqih bersama anggota dewan syuro, Kamis (11/9).

Ia mengakui, permasalahan reposisi Ipul sebagai sekjen memang dibahas dalam pertemuan itu. "Beliau (Abdullah Faqih-Red), menginginkan agar tidak ada perubahan apapun di tubuh PKB, termasuk pencopotan, demi menjaga kekompakan. Kedua, beliau menyarankan agar hubungan NU dan PKB semakin dipererat."

Menurutnya, Dewan Syuro DPW Jatim juga bersikap sama. "Kami telah memutuskan agar reposisi itu ditinjau kembali oleh DPP karena tidak sesuai dengan taushiyah para kiai." (di,nas.dtc-13j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA