logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 13 September 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Tarif Air Minum Lima Tahun Tak Naik

  • PDAM Menyusun Tiga Pola

BANJARNEGARA - Direktur PDAM H Hosnol Abu Amien kembali menegaskan kenaikan tarif air minum sesungguhnya berkisar 150%. Namun jika dihitung keseluruhan termasuk biaya lainnya dan depresiasi mencapai 300%.

''PDAM terpaksa melakukan itu, karena sejak lima tahun terakhir belum pernah menaikkan tarif,'' katanya di ruang kerjanya kemarin.

Sebelum maju ke Dewan, perusda itu menyusun tiga pola perhitungan penyesuaian tarif air minum baru. Yaitu menurut perhitungan tingkat biaya rendah (TBR), tingkat biaya dasar (TBD), dan tingkat biaya penuh (TBP).

''Mengingat kondisi ekonomi masyarakat belum pulih, pilihan jatuh pada perhitungan tingkat biaya rendah (TBR) dengan satuan tarif Rp 960/m3.''

Namun kenyataannya nanti, tarif baru air minum PDAM yang akan diberlakukan tidak sebesar itu. Tarif baru itu bervariasi, menurut kelompok pelanggan dan proporsi tarif (lihat tabel).

Kabag Umum Edi Taufik Bsc mengungkapkan, kebijakan penyesuaian tarif menggunakan beberapa prinsip. Yaitu terjangkau masyarakat, progresif, penggunan air lebih banyak dikenai tarif lebih tinggi, subsidi silang, dan pelanggan mampu membantu yang tak mampu.

Selain itu adanya pembatasan pemakaian minimal. Artinya, golongan sosial dan rumah tangga minimal pemakaian 10 m3, niaga minimal 20 m3, dan industri minimal 30 m3.

Lebih Murah

Edi Taufik pernah membandingkan tarif PDAM dengan kabupaten lain, seperti Tegal/Slawi, Purworejo, dan Cilacap. Ternyata tarif air minum PDAM Banjarnegara masih lebih murah dibandingkan dengan tarif air minum baru PDAM kabupaten itu.

''Tarif air minum PDAM Banjarnegara hanya Rp 1,1/per liter. Bandingkan jika membeli satu jerigen air (40 liter) dengan harga Rp 3.000-5.000/jerigen,'' ujarnya.

Hoznol menegaskan, kebijakan ini untuk me-recovery (memulihkan) likuiditas perusahaan yang sedang susah. Maksudnya agar bisa menutup kewajiban utang ke Pemkab dan meningkatkan kesejahteraan pegawai.

''Kas PDAM terisi tiap bulan, sudah untung. Kenyataannya berkurang Rp 12 juta/bulan untuk nomboki biaya operasional. Bagaimana steak holder akan percaya jika deposito kita kosong.''

Dia mengakui, perusda yang mempekerjakan 95 karyawan itu belum bisa memenuhi harapan para pelanggan. Sejauh ini baru bisa menjaga kontinuitas aliran air ke rumah pelanggan, belum sampai pada menjaga kualitas air.

''PDAM sedang berupaya mengeluarkan endapan lumpur di dalam pipa berdiameter 10 inci, sisa longsoran musim hujan lalu dengan cara digelontor. Sampai kini belum bisa bersih seluruhnya,'' ujar dia.

Mengenai keluhan beberapa pelanggan soal penanganan gangguan, dia menjelaskan PDAM juga sedang berupaya menambah jaringan telepon baru khusus untuk melayani laporan gangguan. (A9-20s)

Tarif PDAM Berdasar Kelompok Pelanggan

Kelompok Pelanggan Tarif Lama Tarif Baru
Sosial Umum 260/m3 880/m3
Sosial Khusus 300/m3 880/m3
Rumah Tangga A 375/m3 1.100/m3
Rumah Tangga B 375/m3 1.430/m3
Instansi 560/m3 1.650/m3
Niaga Besar A 825/m3 2.200/m3
Niaga Kecil B 1.200/m3 3.300/m3
Industri Kecil 825/m3 2.750/m3
Industri Besar 1.500/m3 4.400/m3

Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA