logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 23 Juli 2003 Olahraga  
Line

Pemain Harus Jujur soal Kondisi Fisik

  • Harus Terus Terang dalam Evaluasi

JEPARA - ''Pemain harus berani berkata jujur. Jika memang fisiknya sudah habis saat turun di lapangan, dia harus berani ngomong pada saat evaluasi. Jangan ditutup-tutupi,'' cetus Benny Hartono, pelatih Persijap, usai latihan di Stadion Kamal Djunaidi Jepara, Selasa kemarin.

Latihan kemarin dimanfaatkan pelatih Persijap untuk mengukur kemampuan fisik pemain. Menurut Benny, kurangnya kondisi fisik yang berdampak pada buruknya stamina menjadi salah satu kendala bagi timnya.

''Memang, main di kandang lawan hal-hal nonteknis sudah kami perhitungkan. Namun, kenyataan yang ada di lapangan para pemain memang sudah habis sebelum babak kedua berakhir,'' tukas Benny.

Salah satu contohnya nyata, Benny menunjukkan gol keempat Persim yang dicetak Edy menit ke-90. ''Pertandingan sudah hampir selesai. Ada pemain dengan postur tidak tinggi melakukan heading dekat gawang tidak bisa ditutup. Lemahnya pergerakan menutup lawan, karena fisik sudah habis,'' tutur Benny.

Kembali Berlatih

Kapten kesebelasan Eddy Sarwono, sore kemarin, kembali berlatih setelah menjalani pertandingan pertama babak 8 besar Kompetisi PSSI Divisi I 2002/2003 di kandang Persim Maros, Sulawesi Selatan. Pada pekan pertama ini, Persijap langsung duduk sebagai juru kunci klasemen sementara, menyusul kekalahan 0-4 dari Persim.

Itu memang belum bisa dijadikan tolok ukur, sebab masih ada 13 lagi pertandingan. Dari jumlah sisa pertandingan tersebut, tujuh di antaranya dimainkan di Jepara dan ena kali lagi bertanding di luar kota. Minggu (27/7) mendatang, kesebelasan berjuluk Laskar Kalinyamat itu akan menjamu Persiter Ternate.

Saat ini, tim tamu tersebut berada di urutan ketiga klasemen sementara, berkat kemenangannya atas PSIM Yogyakarta di kandang sendiri. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kei Raha, Ternate, Minggu lalu itu, Persiter menang 2-1.

Sebenarnya PSIM Yogyakarta memimpin terlebih dahulu, berkat gol yang dibuat Zaenal Arifin pada menit ke-70 hasil kerja sama dengan pemain asal Liberia, Joe Nagbe. Namun dalam sisa 20 menit terakhir, anak-anak asuhan Erenst Pahelerang gagal mempertahankan kemenangan. Mereka bahkan kebobolan dua gol.

Dua gol yang bersarang di gawang Ony Kurniawan itu, masing-masing dihasilkan oleh Qwietly Alweni pada menit ke-70 dan Fandi Muhtar sepuluh menit menjelang pertandingan berakhir. (kar-22)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA