logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 8 April 2003 Olahraga  
Line

Melawan Persibat, Partai Hidup Mati Persiku

KUDUS- Partai kandang melawan Persibat Batang, Rabu (9/4) besok, bagi Persiku Kudus merupakan pertarungan hidup mati. ''Bila ingin tetap berbicara dalam Kompetisi Divisi II A Jateng, ya kami harus meraih angka penuh. Tidak ada jalan lain, harus mampu mampu menundukkan Persibat,'' tegas Ketua Umum H Moh As'ad di ruang kerjanya, kemarin.

Dalam persaingan merebut posisi puncak, dia menyatakan timnya berada pada posisi kritis. Untuk sementara, mereka berada pada posisi ketiga, setelah mengumpulkan poin 25 dari 14 kali pertandingan.

Urutan teratas diduduki PSIR Rembang yang meraih angka 33, juga dari 14 kali penampilan. Persibat Batas menyusul di belakangnya dengan jumlah angka yang sama, tapi mereka sudah memainkan 15 pertandingan.

''Untuk itu anak-anak harus bisa menang pada pertandingan Rabu,'' tandasnya. Saat bertandang di Batang, kesebelasannya kalah tipis 1-2.

Dia mengakui kritisnya posisi Persiku untuk berebut posisi terhormat terjadi akibat kekalahan 1-2 saat melawan Persikaba Blora. ''Sebenarnya, waktu itu target kami menang. Namun dengan kondisi pemain inti banyak yang tidak bisa tampil, hasilnya lain,'' ujarnya.

Bukan Pemecatan

Meski dalam kondisi sulit, dia menekankan, masih ada kesempatan. ''Anak-anak harus menggunakan kesempatan main di kandang untuk mengambil poin penuh. Jika hasilnya seri, berbahaya,'' lanjutnya. Sebab, Persiku dibayang-bayangi Persipur Purwodadi.

''Jika ingin menggeser Batang, ya kuncinya Kudus harus menang saat main di kandang sendiri,'' ungkapnya. Dia mengemukakan, timnya masih berpeluang meramaikan persaingan. Syaratnya, kesempatan main di kandang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Selain meminta maaf kepada para suporter karena penampilan buruk timnya saat melawan Persikaba, As'ad juga minta agar mereka tetap memberikan dukungan positif. ''Jangan malah menjadi beban bagi anak-anak. Saya harapkan, fans tetap mendukung saat lawan Batang,'' ujarnya.

Dia menerangkan, Edy Paryono tidak melatih bukan karena pengurus memecatnya. ''Bila rumor itu beredar, itu tidak betul,'' katanya.

''Setelah merasa gagal mengangkat Persiku pada putaran pertama, dia mengajukan surat pengunduran diri. Dia mengirim surat resmi kepada Persiku pada 22 Maret lalu,'' tuturnya. (P7-22j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA