
| Selasa, 8 April 2003 | Ekonomi |
Dua Direksi Lama Lippo DipertahankanJAKARTA - Selama masa transisi, Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) akan mempertahankan dua direksi lama PT Bank Lippo Tbk. Langkah itu diambil dengan harapan bank tersebut tetap bisa operasional secara wajar. Hal itu dikemukakan Deputi Kepala BPPN Bidang Restrukturisasi Perbankan I Nyoman Sender di Jakarta, Senin. ''Tegasnya, dipertahankannya dua direksi lama ini agar bank tetap bisa operasional. Ini mengingat kalau direksinya diganti total nanti tidak ada yang memimpin. Kan, fit and profer test memerlukan waktu. Apalagi langkah tersebut tidak menyalahi aturan yang berlaku,'' katanya. Aturan tersebut menyebutkan, bank bisa beroperasi jika kebijakan atau keputusan ditandatangani oleh dua direksi. Namun Sender tidak mau menyebut, siapa kedua direksi yang dimaksud. ''Saya tidak tahu. Pokoknya yang jelas orang itu adalah direksi yang sekarang,'' ujarnya. Kedua direksi lama itu, lanjut dia, bisa saja terus dipertahankan bila masa transisi selesai. Dalam masa transisi, calon komisaris dan direksi baru akan menjalani fit and profer test atau uji kelayakan dan kepatutan oleh Bank Indonesia (BI). Cukup Banyak Sementara BI menjanjikan uji kelayakan itu dilakukan dua minggu setelah rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Bank Lippo 15 April mendatang. ''Kami sudah menyiapkan beberapa nama untuk mengisi kursi komisaris dan direksi,'' katanya seraya menolak untuk menyebutkan nama-nama tersebut. ''Yang jelas, seluruh nama masih ada di tangan Kepala BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung. Pokoknya saya tidak akan ngomong sekarang. Semuanya sudah ada di Pak Syaf (Syafruddin Temenggung, red),'' ujarnya. Sender mengaku, nama-nama yang dipersiapkan cukup banyak, baik dari wakil pemerintah maupun BPPN sendiri. Bahkan lembaga penyehatan itu berencana untuk menambah lagi nama. Apakah staf ahli Kepala BPPN Subowo Musa masuk dalam daftar, dia secara diplomatis mengatakan. ''Di daftar itu dia masih masuk.'' Ketika ditanya, apakah Presiden Komisaris Mochtar Riady akan diganti, Sender mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan. ''Tapi Bank Lippo menginginkan Mochtar tetap menjabat sebagai presiden komisaris. Kalau kami maunya presiden komisaris berasal dari wakil pemerintah,'' paparnya.(tri-69) |