logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 22 Februari 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Awas, Jambret Mulai Incar Pengunjung Toko

PENJAMBRET makin merajalela. Dalam sebulan terakhir banyak yang menjadi korban aksi mereka. Tidak hanya di jalan atau di pusat keramaian, penjambret sekarang mulai berani masuk ke warung dan pertokoan. Bagaimana mereka beraksi? Wartawan Suara Merdeka Nugroho Dwiadhiseno dan P Heru Subono melaporkannya dalam dua tulisan.

PENJAMBRET kini semakin nekat. Dulu, mereka hanya beraksi di pasar atau angkutan umum. Namun sekarang sudah mulai merambah ke pertokoan. Mereka berpura-pura menjadi pembeli. Ikut mengantri di depan kasir, tapi pandangan matanya ke mana-mana. Mereka sebenarnya sedang mencari sasaran. Bila ada kesempatan langsung bertindak.

Sasarannya tentu saja barang-barang yang dibawa korban. Bisa barang yang baru saja dibeli di toko atau pun lainnya. Yang kerap diincar penjahat adalah uang dan telepon genggam di dalam tas.

Penjambret yang memilih barang-barang itu beraksi dengan bantuan alat khusus, biasanya berupa potongan silet atau benda tajam lain yang diselipkan di antara jari tangan. Bila dilihat sepintas, pelaku tidak membawa senjata tajam, namun mereka bisa merobek tas dan celana yang isinya dompet atau pun barang berharga lainnya.

Kelompok penjahat itu sangat lihai. Mereka bisa menyobek tas atau celana tanpa sepengetahuan korban. Mereka biasanya berpasangan. Seorang bertugas mengambil barang di dalam tas yang dilakukan hanya dalam hitungan detik. Adapun temannya mengalihkan perhatian korban.

Seperti yang menimpa Ika Maefida Utari (26). Gadis berparas manis yang tinggal di Jalan Slamet Riyadi VAF, Gayamsari kehilangan telepon genggam saat belanja di toko mainan Rajawali Jalan Gajah Mada.

Tas yang dibawa disilet oleh orang tak dikenal saat korban sedang mengantri di depan kasir. Korban sudah lapor polisi, tapi sampai sekarang pelaku yang menyikat handphone Samsung R 200 miliknya belum tertangkap. Dia sekarang selalu waswas bila berbelanja di pertokoan.

Sebelumnya, kawanan penjambret menggasak uang Rp 14,3 juta milik seorang wanita penumpang bus Sumber Alam jurusan Purwokerto-Semarang. Korban adalah Lina Afianti (32), tinggal di Jalan Tusam II/27 Banyumanik. Karyawati perusahaan distributor semen di kawasan industri LIK Bugangan itu, baru saja mengambil uang operasional di sebuah bank di Banyumanik.

Saat baru naik dia merasa didorong sekitar lima pemuda berambut gondrong yang nampaknya pengamen. Dia baru sadar ketika turun dari bus di depan RSI Sultan Agung Jalan Kaligawe. Bagian bawah tasnya sudah berlubang bekas siletan sepanjang 20 cm dan amplop berisi uang sudah lenyap.

Penjambret tampaknya mulai berani beraksi setelah lama polisi tidak menggelar razia di angkutan umum, pasar atau tempat pemusatan massa. Beberapa kelompok bahkan nekat terang-terangan merampas barang korban. (73)

Tips Menghindari Penjambret

Sedapat mungkin jangan mengeluarkan telepon genggam di tempat umum, apalagi jika keadaan sepi.

Segera menghindar bila didekati orang tak dikenal yang berboncengan motor dan mencurigakan

Waspada bila meletakkan tas di punggung atau dikempit


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA