
| Jumat, 3 Januari 2003 | Sala |
Longsor dan Topan Landa TawangmanguKARANGANYAR- Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Karanganyar semalam mengakibatkan tanah lonsor di beberapa tempat Kecamatan Tawangmangu, Ngargoyoso, dan Matesih. Ketiga kecamatan itu ternyata masih menjadi langganan bencana alam tersebut. Talud dari sebuah vila milik Amak (48) yang terletak di Dusun Ngombang-ngombang RT 01 RW 02 Kecamatan Tawangmangu, longsor. Tanah yang longsor tersebut menimpa sebuah rumah milik Nunung (47) yang berada di bawahnya. Pada jam yang sama, rumah milik Paimim yang juga terletak di Tawangamangu, tepatnya di Dukuh Plampung RT 02 RW 01 Desa Plumbon juga kelongsoran. Bencana tanah longsor lainya terjadi di Desa Sebrang Kecamatan Ngargoyoso. Peristiwa diawali dengan kemunculan patahan tanah sepanjang 70 meter berkedalaman sekitar 5 meter. Kepala Desa Girilayu Sukamto mengatakan, gejala patahan itu sebenarnya sudah dimulai sejak dua tahun yang lalu. Sedikit demi sedikit, sehingga memanjang sampai 70 meter dan mencapai kedalaman 5 meter. Bencana tanah longsor tersebut mengancam 25 keluarga yang tinggal di sekitar wilayah tersebut. ''Sebagain dari mereka sudah banyak yang mengungsi ataupun tinggal di rumah saudaranya yang terdekat,'' tuturnya. Waspada Dalam rapat pembentukan satuan pelaksana penanggulangan bencana dan pengungsi (Satlak PBP) Kepala Kantor Kesbang Linmas Drs Samsi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati selama musim hujan ini. Pasalnya, banyak sekali terjadi bencana alam tanah longsor dan angin topan. Dari catatan Kantor Kesbang Linmas, selama tahun 2002 terjadi bencana tanah longsor 9 kali di tempat yang berlainan dan 12 kali angin topan. ''Dari peristiwa tersebut, Kecamatan Tawangmangu, Matesih dan Ngargoyoso yang sering mengalami,'' jelasnya. Dikatakan, selain disebabkan oleh kondisi geografis dan dan geologi struktur tanah yang ada, bencana tanah longsor juga akibat ulah manusia itu sendiri. Secara geografis wilayah Kabupaten Karanganyar yang terdiri atasi 35% dataran tinggi dan 65% dataran rendah tersebut rawan sekali bencana tanah longsor dan angin topan. Apalagi ditambah dengan curah hujan yang cukup tinggi. ''Tindakan manusia yang seenaknya sendiri melakukan penambangan pasir dan kapur, menjadi penyebab kedua setelah faktor alam tersebut.'' Disebutkan, delapan kecamatan yang sering terjadi bencana tanah longsor adalah Tawangmangu, Jenawi, Ngargoyoso, Mojogedang, Matesih, Jatiyoso, Jumapolo, dan Karangapandan. Ada 40 desa di 11 kecamatan yang sering tertimpa bencana angin topan. Kecamatan itu adalah Jaten, Kebakkramat, Gondangrejo, Jumantono, Jatiyoso, Matesih, Karangpandan, Kerjo, Mojogedang, Jenawi, dan Jatipura. Ia mengatakan, untuk mengantisipsi korban dari bencana tersebut, Pemkab Karanganyar melalui Kantor Kesbang Linmas telah membentuk Satlak PBP. (G8-14k) |