| INDEKS BERITA HARI INI | Selasa, 1 Oktober 2002 |
Dipungli, Ratusan Awak Angkota Mogok
|
Angkutan Pelat Hitam Makin Merajalela
ANGKUTAN pelat hitam di Kota Semarang, tampaknya memang makin merajalela. Angkutan jenis itu dijumpai di sejumlah jalan protokol, antara lain Jalan Dr Soetomo, Jatingaleh, Karangayu, Pemuda, Majapahit, Kedungmundu dan Jalan Tentara Pelajar. Meski ada upaya penertiban berulang-ulang, namun keberadaan omprengan itu tetap susah dihilangkan. Bukannya berkurang, angkutan pelat hitam justru makin bertambah. |
|
|
300 Pejabat Jalani Tes Urine
BALAI KOTA - Akhirnya, tes urine untuk mendeteksi narkoba di jajaran pejabat Pemkot dilakukan. Kemarin (30/9), sekitar 300 pejabat mulai Sekda hingga lurah menjalani kewajiban tersebut. |
Sidang Bos MM Diskotek Diberi Dua Berkas Dakwaan SEMARANG- Sidang pertama perkara pidana pemalsuan surat dengan terdakwa bos ''Murni Musik'' Andi Santoso bin Budi Santoso (55), Senin (30/9) mendapat perhatian besar dari pengunjung. |
|
|
Bentuk Tim Terpadu Kasus PT Tensindo
SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jateng akan membentuk tim terpadu untuk mencari tahu status tembok PT Tensindo (kini PT Cahaya Sari) Jalan Raya Kaligawe. Tembok itu, menurut pendapat warga Kelurahan Gebangsari, Genuk, berada di atas saluran irigasi. Akibatnya, setiap musim hujan rumah warga kebanjiran. |
Dari Tes Urine Pejabat Pemkot (1) Dua Lurah Bawa Wadah Sendiri
|
|
|
Ratusan VCD Porno dan Bajakan Disita
|
Arus Lalin Dekat Ramayana Diperdebatkan
BALAI KOTA - Izin gangguan (HO) Plasa Pahlawan atau Ramayana ternyata belum turun. Dinas Tata Kota dan Permukinan (DTKP) Kota masih menahan izin tersebut sebelum izin mendirikan bangunan (IMB) lima lantai ditambah satu lantai basement dikeluarkan. |
|
|
Dua ''Polisi'' Rampas Uang dan Perhiasan
GAJAH MUNGKUR- Dua perampok yang menyamar sebagai polisi, kemarin siang beraksi di Jalan Menoreh, dekat Pasar Sampangan. Selain merampas uang dan perhiasan, memreka mengancam akan melukai korban Maria Sri Wahyuningsih (20) warga Jalan Tanggul Mas, kompleks Tanah Mas, Panggung Lor. |
Tegang, Penataan Pasar Bulu
SEMARANG SELATAN - Penataan pedagang Pasar Bulu Senin (30/9) berlangsung tegang. Pukul 01.00 dini hari, tim penataan sudah tiba di lokasi. Ketika tim meminta mereka pindah ke Jalan Jayengan, Kelurahan Barusari, Kecamatan Semarang Selatan, pedagang bersikeras menolak. |
|
|
Kasus Sertifikasi Tanah di Kebonharjo Kejati Tunggu Keputusan Presiden SEMARANG- Asisten Bidang Perdata dan TUN (Asdatun) Kejati Jateng Agus Zebua SH mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu hasil keputusan dari Presiden RI atas penyelesaian masalah sertifikasi tanah bekas milik PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) di Kampung Kebonharjo, Kelurahan Tawang Mas, Kecamatan Semarang Utara. |
PMI Tak Sekadar Tarik Dana
SEMARANG - Kepala Divisi Humas dan Disiminasi Hukum Perikemanusiaan Internasional Kantor Pusat PMI Dra Aswi Nugroho menyatakan, petugas PMI harus bisa merubah citra negatif yang telanjur tertanam di masyarakat. Di mana PMI hanya sekadar sebagai lembaga sosial penarik dana masyarakat. |
|
|
Anak Segudang Prestasi
KEUNGGULAN seseorang kadang-kadang sudah terbaca sejak masih kanak-kanak. Nabilla Dyah Eka Pramudhita (5), gadis cilik yang masih belajar di taman kanak-kanak (TK) ini, misalnya, sudah punya segudang prestasi. |
Dimutasi ke SD Miroto 1
SEMARANG - Wali kelas II SD Anjasmoro 2, SI, yang didemonstrasi orang tua murid, akhirnya dimutasi ke SD Miroto 1. Hal itu ditegaskan Wakil Kepala Diknas Kota Drs Heru Supriyono, Senin (30/9) kemarin. |
|
|
Anna Avantie Menangani Busana Artis Bintang Lux
SEMARANG- Perancang busana Jateng Anna Avantie sejak Juli hingga September dipercaya menangani busana para artis bintang Lux yang menggelar tur di lima kota dalam ''Jumpa Bintang Lux 2002''. Mereka terdiri atas Tamara, Feby, dan Dian Sastro. Lima kota yang dikunjungi adalah Bandung (10/7), Semarang (28/7), Surabaya (11/8), Yogyakarta (25/8), dan Medan (8/9). |
Ribuan Warga Temuroso Geruduk DPRD
DEMAK - Sekitar 2000 warga Desa Temuroso menggeruduk gedung Dewan, Senin (30/9) siang, sebagai buntut ketidakpuasan terhadap pelaksanaan pemilihan lurah desa (Piludes), Sabtu (28/9). Mereka memprotes pelaksaan piludes yang dinilai telah terjadi kecurangan. |
|
Manajer PT Asia Mas Dinilai Cuci Tangan
DEMAK - Upaya perundingan guna menyelesaikan masalah perburuhan di PT Asia Mas kembali digelar Senin (30/9) di Gedung DPRD Demak. Meski seminggu lalu (25/9) perundingan gagal karena ketidakhadiran pihak pengusaha. |
Eks Bangunan KPP Laku Rp 7 Juta
KENDAL- Teki-teki pelelangan bangunan Kantor Pengelolaan Pasar (KPP) Kabupaten Kendal terjawab sudah. Pasalnya, pada Kamis (26/9) bangunan yang berada di Jalan Raya Nomor 302 Kendal itu telah berpindah tangan kepemilikan. Berada di tempat sama, acara lelang yang di hadiri sekitar 10 peserta diperoleh kesepakatan harga Rp 7 juta. |
|
|
Sebulan 30 Peternakan Unggas Muncul di Susukan
UNGARAN- Banyak peternakan, khususnya peternakan unggas, di daerah lain gulung tikar. Namun di Kecamatan Susukan sebaliknya. Agustus lalu dalam sebulan ada 30 pengusaha peternakan ayam dan burung puyuh baru mengembangkan usaha di daerah ini. |
Dinas Pertanian Keberatan Pompanisasi Dirazia
GROBOGAN - Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan Kehutanan Grobogan menyatakan keberatan terhadap razia pompanisasi di Klambu, Purwodadi, Toroh dan lainnya. |
|
|
Kasus Anak Pejabat Diduga Dipetieskan
SALATIGA- Aparat penyidik dari Polsekta Salatiga Selatan, diduga memetieskan kasus anak seorang pejabat di lingkungan Pamkot Salatiga, AP (16) yang tertangkap karena mencuri sebuah tape recorder. Alasannya, kasus pidana murni itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan. |
Matras Supomo Wakil Ketua PN Kendal
KENDAL- R Matras Supomo SH, mantan hakim di PN Pekalongan, Senin (30/9) dilantik sebagai Wakil Ketua PN Kendal. Dia menggantikan pejabat lama Soeko Santoso SH yang kini menduduki posisi baru sebagai Ketua PN Tulungagung, Jatim. |
|
|
Pedagang Kecil Pasar Gajah Tidak Puas
DEMAK- Sekitar 150 pedagang kecil Pasar Gajah kembali mendatangi gedung Dewan, Senin (30/9) siang. Jumlah mereka jauh lebih besar ketimbang Rabu (25/9) lalu, yang hanya 60 orang. Mereka yang kebanyakan mbok-mbok bakul itu memenuhi ruang Komisi D. |
Disesalkan, DPRD Tak Dapat Berikan Arah Kebijakan Pembangunan 2003
UNGARAN- Kinerja DPRD Kabupaten Semarang dipertanyakan sejumlah lembaga eksekutif, LSM, dan Ormas. Pasalnya, dalam rapat penyusunan program pembangunan saat diminta memberikan arah kebijakan pembangunan daerah di Bappeda, Dewan tak dapat memberikan pandangan. |
|