| INDEKS BERITA HARI INI | Selasa, 1 Oktober 2002 |
|
Seandainya Karomes Punya Sayap...
KAROMES tak mungkin punya sayap. Sebab ia bukan iblis. Yang punya sayap, barangkali Lengkong Cilik, meski laboratorium seni dan kebudayaan itu tentu saja bukan iblis. Namun, lewat Sanggar Tari Greget, penggurit Sendang Mulyana, dan pembaca sajak Nin, Sabtu (28/9) malam lalu komunitas seni yang dipimpin Agus Maladi tersebut berhasil mengemas peluncuran dua buku kumpulan cerpen |
Tuti Wasiat Kembali untuk Menyanyi
NAMA Tuti Wasiat (38), tentu sudah tak asing lagi, baik di dunia film maupun musik. Namanya amat tenar pada 1980 hingga 1990. Setelah masa itu, nama Tuti Wasiat seperti tenggelam di tengah ingar bingarnya dunia selebritas di Indonesia. Setelah sekitar 11 tahun tak terdengar kiprahnya, wanita kelahiran Magelang, 10 Januari 1964, itu merasa tak tahan untuk tidak kembali berkiprah dalam kegiatan sebagai artis. |
|
|
Koming Pindah Agama untuk Menikah
GUNA membangun sebuah rumah tangga yang kokoh, memang perlu persiapan matang lahir dan batin. Dalam konteks itu, tindakan grusa-grusu biasanya hanya akan menghasilkan sesuatu yang kurang menyenangkan, atau bahkan justru akan memporakporandakan keluarga bahagia yang ingin dibangunnya. |
Bahasa Puisi dalam Cerpen itu...
JIKA kemudian diskusi mempertanyakan nilai dalam kumpulan cerpen Ragaula dan Rezim Seks itu menjadi lesu, jangan menyalahkan siapa pun. Jangan! Sebab, lebih dari 100 orang yang Sabtu malam (28/9) itu memenuhi halaman Lengkong Cilik, barangkali sedang antiklimaks setelah menyaksikan pementasan, gambar-gambar, juga foto-foto olahan digital yang ditumpahkan ke dinding. |
|
|
Enam Perupa Klaten Menuju Kota Tantangan
DALAM sebuah pameran di daerah Kebonarum beberapa waktu lalu, ada beberapa patung ikut dipamerkan. Tak disangka, ada sebuah patung yang sangat indah karya pematung Klaten yang belum terkenal. Saat itu, ada yang kagum dan bersedia mengoleksi patung itu. Ternyata, hal itu membuat si pembuat patung menjadi ingin berkarya dan berkarya lagi. |
||