
| Selasa, 1 Oktober 2002 | Berita Utama |
Bocah-bocah Tunjukkan Kemahirannya saat Pembukaan MTQ Jateng
KLATEN - Wagub I Jateng Drs H Achmad terkagum-kagum dengan penampilan sepuluh murid TK Al Furqon Masjid Raya Klaten. Pada upacara pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Jateng di Pendapa Kabupaten Klaten, semalam, bocah-bocah itu menunjukkan kemahiran berhitung menggunakan metoda swipoa. Para hadirin, termasuk istri Wagub I Ny Hj Maryam Achmad dan beberapa pejabat mencoba mengetes dengan menyampaikan soal. Ternyata dengan mudah dijawab serempak oleh sepuluh bocah TK itu. ''Mengapa anak-anak itu cerdas dan kuat ingatannya?'' tanya Wagub. Lantas Wagub menjawab sendiri, ''Sebab, mereka masih jernih. Belum banyak dosa, belum banyak dihujat dan diprotes seperti kita. Saya yakin, kalau yang dibedheki Bupati Klaten, pasti tidak bisa menjawab. Apalagi saya''. Mendengar itu, hadirin tertawa. Belum selesai mereka tertawa, Wagub yang mantan Ketua PWNU Jateng itu melemparkan pertanyaan lagi, ''Mengapa cah cilik itu berbuat dan berkata apa saja pantes? Jawabnya, karena mereka tidak punya dosa. Anak-anak itu bicara cadel pantes, telanjang pun pantes, karena tidak punya dosa. Karena itu, kalau Bapak-bapak ingin pantes seperti anak-anak, kurangilah dosa. Sebab, makin banyak dosa makin tidak pantes,'' katanya disambut geeer hadirin. Selain penampilan murid TK Al Furqon, pembukaan juga dimeriahkan penampilan kasidah Nawa Kartika dari Desa Batur, Ceper. Pada kesempatan itu Wagub menyerahkan piala bergilir kepada Kakanwil Depag Jateng Drs HM Chabib Thoha MA selaku Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ). 300 Peserta Bupati Klaten H Haryanto Wibowo melaporkan, kegiatan empat hari itu diikuti 300 peserta dari enam karesidenan se-Jateng. Para peserta diinapkan di rumah-rumah penduduk. Cabang yang dilombakan meliputi tilawah, tahfiz, syarhil Quran, fahmil Quran, tartil Quran, dan lain-lain. Untuk menyemarakkan suasana diselenggarakan bazar, pameran, dan festival kasidah pertama tingkat Jateng di GOR Gelarsena Klaten. Sayang, upacara pembukaan semalam terasa kurang greget. Hal itu terlihat dari jumlah pengunjung di Pendapa Kabupaten itu. Hingga rombongan Wagub I dan Bupati memasuki tempat upacara, sebagian besar kursi kosong. Pengunjung yang duduk di teras pendapa setengah dipaksa duduk di dalam pendapa. Padahal, menurut informasi, murid-murid TK yang akan tampil memeriahkan upacara pembukaan bersiap sejak pukul 17.00. Sebelum itu, berlangsung pawai taaruf yang mengambil start di depan Bank Pasar Jalan Veteran dan finish di depan Bank BRI Jalan Pemuda, tak jauh dari rumah dinas Bupati. Pawai pada sore hari kemarin juga dirasakan kurang greget. Sebab, kontingen tiap karesidenan hanya berbaris diiringi marching band. Padahal, biasanya pawai semacam itu menggunakan kendaraan berhias sehingga menarik perhatian masyarakat. Meskipun demikian, penyambutan masyarakat terhadap MTQ sepanjang jalan dari Kabupaten Boyolali hingga Klaten terasa hangat. Hal itu terlihat dari pemasangan umbul-umbul dan spanduk sepanjang jalan bertemakan musabaqah. Mudah Dihafal Gubernur Jateng H Mardiyanto dalam sambutan yang dibacakan Drs H Achmad mengemukakan beberapa kelebihan Kitab Suci Alquran. Antara lain, bisa dibaca dan dinikmati kapan dan di mana saja serta oleh siapa saja. ''Pada acara khitanan, dibaca Alquran, tidak masalah. Tengah malam juga enak didengar, malah pembacanya bisa menangis. Pada saat ada orang meninggal, juga enak. Pada saat perkawinan dan lain-lain juga bisa. Yang hebat lagi, Alquran bisa dihafal 30 juz di luar kepala,'' katanya. Yang bisa menghafal tentu orang-orang yang bersih dan tidak berlepotan dosa. Dia membandingkan dengan seorang hakim yang hampir pensiun saja belum tentu hafal KUHP. (F5, B13-60e) | |||||