
| Sabtu, 14 September 2002 | Semarang & sekitarnya |
Dua Tamu Sekap Pembantu dan Rampas PerhiasanSEMARANG TIMUR - Dua perampok yang berpura-pura sebagai tamu Kamis lalu sekitar pukul 19.30 beraksi di rumah Daniel Handoko (52) Jalan Kridonggo, Semarang Timur. Selain menyekap seorang dari dua pembantu di rumah tersebut, mereka juga merampas perhiasan emas senilai Rp 500.000 dan uang Rp 50.000. Menurut keterangan, Daniel dan keluarganya saat kejadian baru keluar. Di rumah itu hanya ada dua pembantu, yakni Sri Wahyuni (30) asal Sukoharjo dan Sukowati (27) asal Weleri, Kendal. Sekitar pukul 19.30, keduanya kedatangan dua tamu pria yang mencari seseorang bernama Rudi. Pada saat tamu bertanya, menurut korban kepada polisi, gelagat mereka mencurigakan. Setelah kedua pembantu menjelaskan bahwa orang yang dicari tidak ada di rumah, kedua tamu itu baru bersedia pergi. Selang beberapa menit setelah mereka keluar, Sukowati pergi ke warung dekat rumah majikannya. Sri Wahyuni ditinggal sendirian. Kepergian Sukowati, diduga diketahui dua pria yang sebelumnya bertamu. Mereka kembali lagi ke rumah Daniel. Mereka mengetuk pintu dan didengar Sri Wahyuni. Wanita itu mengira yang datang adalah temannya, Sukowati. Namun setelah pintu dibuka, ternyata dua pria tak dikenal. Mengancam Keduanya langsung masuk ke dalam rumah sambil mengancam Sri Wahyuni agar tidak berteriak. Karena ketakutan, wanita itu hanya bisa pasrah. Bahkan, ketika pelaku mengikat kedua tangannya dan menyumpal mulutnya dengan serbet, dia diam saja. Setelah tak berdaya, korban digiring masuk ke ruang belakang. Selanjutnya kedua pelaku mengobrak-abrik ruangan, termasuk kamar tidur dan lemari Daniel. Beberapa menit setelah dua penjahat itu kabur, Sukowati pulang. Dia mengaku terkejut melihat ruangan berantakan. Bahkan, ketika melihat Sri Wahyuni yang tangannya diikat dan mulutnya disumpal kain, dia pun menjerit. Daniel segera pulang setelah dihubungi warga yang mendapat pengaduan pembantu itu. Dia selanjutnya mengecek barang-barang di rumahnya. Belakangan diketahui yang hilang adalah perhiasan emas yang nilainya Rp 500.000 dan uang Rp 50.000. Korban melaporkan kejadian itu ke Poltabes. Meski ciri-ciri pelaku dapat diketahui, namun aparat reserse yang diterjunkan belum berhasil menangkapnya. Sebelum beroperasi, diduga mereka sudah mempelajari situasi rumah korban. (D7-45) |