| Berita Utama | Minggu, 8 September 2002 |
"Akibat Cinta Segi Empat"
PENYIDIK dari Polres Salatiga yang di-back-up Reserse Polwil Semarang dan Polda Jateng, bekerja keras mengungkap misteri mengamuknya Bripka Alex Suwondo, anggota Reserse Polsekta Salatiga Utara. Namun, berdasarkan keterangan Kaditserse Polda Jateng Kombes Pol Drs Roesbagyo Ishak, peristiwa tragis itu dipicu percintaan seorang perempuan dengan tiga laki-laki. "Istilahnya, percintaan segi empat. Sudah tidak segi tiga lagi," kata Roesbagyo di tempat kejadian sambil tertawa. Dalam memberikan keterangan, dia didampingi Kasatserse Polres Salatiga Iptu Jamaluddin Farti. Sayang, Roesbagyo tak bersedia menjelaskan secara detail, bagaimana liku-liku terjadinya percintaan segi empat tersebut. Menurut informasi dari berbagai sumber Suara Merdeka, percintaan segi empat itu terjadi dalam kurun waktu sudah lama, sudah sejak awal tahun 1990-an. Jadi, itu berlangsung saat Alex masih tercatat sebagai anggota Lalu Lintas Polres Salatiga. Dia yang sudah mempunyai istri dan tiga anak, menjalin perselingkuhan dengan Tuti Marianing Salatiana alias Titut. Padahal Titut sudah mempunyai suami sah bernama Agus Eko Supriyanto (35), karyawan PT PLN Area Pelayanan Salatiga. Mengetahui suaminya mempunyai WIL, istri Alex diduga tak mau kalah. Dia pun diduga menjalin percintaan gelap dengan seorang anggota TNI. Alex dan istrinya pun bercerai.
Mulai Labil Menurut seorang teman istri Alex yang mempunyai hobi "ngebrik" itu, sekarang justru berumah tangga dengan seorang alumnus UKSW. Setelah berpisah dari istrinya, keluarga Alex dirundung masalah lagi. Salah seorang anak Alex tewas akibat kecelakaan lalu lintas. Sejak saat itulah, diduga kejiwaan Alex mulai labil. Namun, oleh pimpinan Polres Salatiga dia ditarik menjadi Kanit Resintel Salatiga Selatan dan kemudian dipindahkan ke Polsek Getasan dengan jabatan sama. Sekitar dua bulan lalu, dia ditarik ke Polsekta Salatiga Utara menjadi anggota reserse. Meski mempunyai masalah keluarga, oleh pimpinan Polres Salatiga dia tetap diberi perlengkapan senjata api jenis revolver. "Mengapa anggota yang mempunyai masalah tetap dibekali senjata api?" tanya wartawan kepada Kaditserse. "Mungkin, saat itu pikirannya sudah tidak labil lagi. Namun, kebenarannya akan kami teliti lebih lanjut," janji Roesbagyo. Untuk mengetahui kinerja polisi yang tewas itu, Roesbagyo segera membuka file-nya. Sebab, dari file itu nanti akan diketahui seberapa besar masalah yang dihadapi Alex. "Sudah barang tentu, yang membaca harus seorang psikolog," ujarnya lagi. Yang tambah runyam, meski Titut sudah mempunyai suami dan pria idaman lain (PIL) yaitu Alex, dia masih menjalin asmara lagi dengan Cornel Suprihartono. Pimpinan Cornel dan rekan kerjanya pun kaget demi mendengar dia tewas. Mereka datang di Ruang Jenazah Sabtu pagi. (Dwi Pamuji Sulisyanto-64k) |