| Berita Utama | Minggu, 8 September 2002 |
Motif AS Sebenarnya Ingin Kuasai MinyakAMMAN - Menteri Informasi Irak Mohammed Saeed al-Sahaf mengatakan kemarin, Presiden AS George W Bush tengah menipu dunia dengan mengklaim Bagdad menimbulkan ancaman. Padahal, motif sebenarnya tentang serangan yang mungkin dilakukannya adalah menguasai minyak Irak. Sahaf menjelaskan, aksi militer AS yang mungkin dilakukan untuk menggulingkan Presiden Saddam Hussein akan gagal. "Mereka, anak-anak dan cucu mereka mungkin berubah, tetapi tidak akan ada yang berubah di Irak," tandasnya. "Rezim yang dipilih oleh rakyat tidak bisa diubah oleh pihak asing. Biarkan mereka menghentikan permainan ini. Mereka memiliki ambisi dan ambisi-ambisi ini akan dihancurkan di gerbang Irak," kata Sahaf pada konferensi pers di ibu kota Yordania, Amman. "Terjadi operasi penipuan besar-besaran. Ada kebohongan yang berlanjut," jelasnya. "Kami tidak berbuat apa-apa terhadap AS, tetapi negara tersebut menganggap kami musuh. Negara itu ingin menguasai minyak Irak." Ditanya tentang kontak antara Bush dan pemimpin dunia untuk membahas Irak, Sahaf mengatakan, "Ini bagian dari kampanye hubungan masyarakat cara Amerika."
"Seolah-olah dunia sedang tidur tidak tahu apa-apa dan Presiden AS membangunkannya dengan bunyi teleponnya. Itu merupakan kampanye hubungan masyarakat yang mengandung banyak kecurangan," lanjutnya. Bush mencari dukungan bagi kebijakan "perubahan rezim" di Irak dalam pembicaraan telepon Jumat lalu dengan pemimpin Prancis, Rusia, dan Cina, yang bersama AS dan Inggris menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Sedia Lakukan Solusi Dia dijadwalkan bertemu sekutu terdekatnya, PM Inggris Tony Blair, di tempat peristirahatannya di Camp David, Sabtu malam waktu setempat. Beberapa negara Barat dan sebagian besar negara Arab menentang serangan militer ke Irak. AS menuduh Irak mengembangkan senjata pemusnah massal. Bagdad membantah tuduhan tersebut, namun melarang tim inspeksi senjata PBB kembali ke Irak sejak serangan militer AS-Inggris pada Desember 1998. Sahaf menyatakan kembali bahwa Irak bersedia melakukan solusi komprehensif dengan DK PBB, yang mencakup pencabutan sanksi dan kembalinya tim inspeksi senjata PBB dengan syarat. Dari Kuwait dilaporkan, AS tengah meningkatkan operasi udara di atas Irak dalam perang urat saraf, yang menurut para pakar militer dimaksudkan untuk menunjukkan ketetapan hati dan membingungkan Bagdad tentang tanggal serangan. "Volume operasi meningkat di atas wilayah Irak dan operasi-operasi itu menggunakan berbagai jenis pesawat tempur. Operasi tersebut tidak seperti biasanya," kata satu sumber pertahanan Barat.(rtr-niek-46k) |