logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 5 September 2002 Berita Utama  
Line

Rifo Hampir Pasti Bergabung

SEMARANG - Khair Rifo, mantan pemain Persija, sudah hampir pasti bergabung dengan PSIS untuk persiapan KLI IX. Tetapi pemain yang pernah memperkuat PSIS dalam Piala Champions Asia 1999 tersebut, baru bergabung setelah anak-anak asuhan Daniel Roekito pulang dari Bandungan.

''Harganya saya sudah cocok, pelatih juga sudah mengajukan kapada kami. Hal ini akan kami tindaklanjuti, setelah latihan fisik di Bandungan selesai,'' tutur Manajer Tim Yoyok Sukawi, seusai melihat latihan fisik di Bandungan, semalam.

Gelandang itu diperkirakan merupakan pemain terakhir yang direkrut PSIS. Sebelumnya, striker Indrianto Nugroho bergabung, hasil seleksi tahap kedua beberapa hari yang lalu.

Sementara itu, seusai latihan fisik yang berat para pemain langsung diajak makan bersama di Jimbaran. Setelah itu, mereka langsung menerima gaji pertama.

Tetapi tidak keseluruhan pemain menerima gaji, karena kiper Agus Murod dan Indrianto Nugroho belum. ''Pertimbangan kami, dua pemain itu baru bergabung beberapa hari,'' tambahnya, sambil menjelaskan, gaji bulan berikutnya dilakukan lewat bank.

Satu dengan yang lain tidak saling tahu gaji bulanan mereka, karena setelah dipanggil satu per satu mereka menerima gaji dalam amplop tertutup. ''Saya tidak butuh amplop, yang saya butuhkan isinya,'' teriak salah satu pemain, sambil membuang amplop yang berlogo PSIS itu.

Latihan Berat

Selama di Bandungan mereka menginap di Wisma Kusuma Madya. Program latihan fisik oleh rata-rata pemain dikatakan cukup berat. Sore kemarin, mereka melakukan latihan kelincahan.

Oleh pelatih fisik Janu Ismanto, mereka dianjurkan lari full speed, dengan melewati tiga rintangan. Pada setiap rintangan, harus memutarkan badan selama tiga kali, diulang selama lima kali.

Tenaga mereka cukup terkuras, dalam latihan yang berlangsung di Lapangan Desa Jetis, sekitar 2 km dari penginapan mereka. ''Semua pemain merasakan berat. Tetapi memang porsinya dibuat lebih berat,'' kata Bonggo Pribadi.

Latihan berat berdampak pada Setyawan. Sore kemarin dia terpaksa harus menuju ke pinggir lapangan karena tidak bisa melanjutkan program latihan, akibat cedera lamanya kambuh.

Kaki kanannya yang kelihatan bengkak dikompres dengan es batu. ''Seperti ini yang biasa terjadi, kalau latihan berat selalu kambuh. Rontgen sudah kami lakukan, ada benjolan. Kata dokter, terjadi pengapuran,'' ungkap Setyawan. (C16-57t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA