image
23 Februari 2017 | 20:18 WIB | Fashion

Syar’i Community Indonesia, Wadah Desainer Muslim Syar’i

JAKARTA, suaramerdeka.com - Fashion menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari penampilan dan gaya keseharian. Baju dan aksesori yang dikenakan bukan hanya sekadar penutup tubuh dan hiasan, tapi juga menjadi alat komunikasi untuk menyampaikan identitas pribadi.

Itulah mengapa Syar’i Community Indonesia yang merupakan wadah bagi para desainer muslimah syar’i, dibentuk.  SCI mencoba memberikan wama baru dalam pengidentifikasian wanita Indonesia melalui fashion syar‘i. Tiara Syafrudin, salah satu founder dan Ketua Umum SCI, dalam keterangannya saat liris dan fashion show SCI di Jakarta,  Rabu (22/2) menjelaskan,  salah satu cara untuk meningkatkan kualitas diri dan kuaIitas hidup,”Adalah dengan berpenampilan syar’i,” katanya.

SCI didirikan pada 19 Desember 2016 oleh 30 desainer syar’i Indonesia yang kesemuanya memiliki brand masing-masing. Diantaranya Sabila Syari Fash, Syaira Syari, Zahwazee Prime, RDK Syari, lstiqomah Syari. Qnanz, Shaura, Mayra Premium, Sofiaatajmeel, Amily Hijab, D’Azzahra, Yunia Syari, Ummu Balqis Signature, Albarlzk. Prime keydelabel, Ulya Hijab,  dan beberapa nama lainnya.

Selain memiliki fokus dalam fashion syar’i, SCI juga memiliki 3 fokus utama sebagai aktifitasnya. Yaitu ekonomi, dakwah, dan sosial yang kesemuanya berbasis syar’i.

Dalam mewujudkan syiar syar’i pada bidang ekonomi, via aktivitas industri kreatif berbasis fashion muslimah yaitu dengan aktif memproduksi dan menjual busana muslimah syar’i. Proyek SCI di bidang ekonomi ini bernama Syar’i-ku Online Store dengan laman www.syariku.com. Serta Syar’i-ku Offline Store, dan The Roadshow of Syar’i-ku Fashion Festival.

Dalam syiar syar’i bidang dakwah ada ”Majelis Syar’iaku”.  Diterangkan Cindy Fatikasari,  SCI dibentuk untuk saling mendukung satu sama lain,”Sehingga diharapkan tidak terjadi persaingan yang tidak sehat diantara anggota SCI, “  katanya.

Risti Tagor menambahkan,  di dalam SCI selain tidak ada persaingan antaranggotanya karena keyakinan tidak ada rejeki yang tertukar,  “Hubungan kita antardisainer menjadi makin dekat, ” ujarnya. Hal senada dikatakan Oki Setiana Dewi,  setiap anggota SCI menurutnya mempunyai gaya masingmasing, “Sehingga kalaupun kami bersaingan,  kita hanya berlomba lomba dalam kebaikan untuk mensyarikan muslim dunia, ” katanya.

Peggy Melati Kusuma selaku Dewan Penasehat SCI menjelaskan dalam mewujudkan syiar syar’i dalam bidang sosial,  SCI mengusung program sosial SCI untuk anak-anak dan muslimah.  Seperti mengelar Gerakan 1000 hijab syar’i untuk Indonesia dan membangun 99 Rumah Qur’an Asmaul Husna. “SCI intinya ingin mengajak wanita muslim untuk hijrah ke arah kebaikan,  sebagaimana diperintahkan Allah SWT, ” pungkasnya.

(Benny Benke /SMNetwork /CN41 )