image

Foto: berbagai sumber

18 Juli 2017 | 10:00 WIB | SOULUTION

Dikucilkan dari Tongkrongan Karena Sibuk Kuliah, Harus Bagaimana?

Remaja.suaramerdeka.com – Mungkin pertemanan adalah cara yang paling seru untuk mengobati rasa bosan dan stres karena kesibukan. Dengan kita memiliki banyak teman, maka semakin sedikit juga kemungkinan kita rentan akan kesedihan, kesepian, dan stress. Bagaimana nggak, galau dikit curhat sama si A, lagi stres curhat sama si B, barusan dapat gebetan curhat sama si C, sampai bokek pun juga bisa dicurhatin sama teman-teman setongkrongan. Seru pokoknya!

Tapi pernah nggak sih, kamu merasakan tiba-tiba semua hal yang mengasyikan bareng teman-temanmu itu perlahan luntur dan memudar bak diterpa angin puyuh di gurun sahara. Tadinya yang setiap hari hang out bareng, kalau mau kemana-mana selalu diawali dengan ‘rembukan’ masal, dan ngomongin soal hal umum yang kamu tahu tiba-tiba berubah jadi hal yang lebih privat. Mungkin nggak kamu tahu. Terasa kosong dan hampa!

Semuanya diawali karena kamu sendiri sudah jarang nongol di tongkrongan. Kesibukan dan kesibukan. Bukan soal mengkambing hitamkan kesibukan, tapi hal itulah yang memang jadi dasar kita kadang tiba-tiba ilang dari major circle kita sendiri. Berawal dari sinilah, perlahan kita jadi orang yang sudah nggak di prioritaskan. Masa bodoh.

Tapi hal tersebut nggak akan bertahan lama kok. Toh pasti temanmu akan mencarimu kembali. Dengan catatan, ‘ketika mereka membutuhkanmu’. At least, kamu harus tetap berlapang dada, bro. Merasa jadi terasingkan? Atau malah justru merasa kamu cenderung jadi minoritas di tongkronganmu sendiri? Its okay, all gonna be ok, kok.

Karena dari sini sebenarnya ada pelajaran terbesar yang bisa kita ambil hikmahnya. Bahwasannya teman yang baik adalah mereka yang bisa menerima dan mensuport kita dalam hal apapun dan gimanapun keadaannya. Pasti disini nggak sedikit juga dari kamu yang akhirnya merasa gundah memilih antara tongkrongan dan perkuliahan. So, menurut kita sih kamu harus kembali berpikir soal mana yang lebih penting dari kedua hal itu. anyway, syukur-syukur kamu bisa sedikit mengimbanginya. Ya maybe persentasenya 70:30 lah ya.

Tujuannya ya simple, biar kamu nggak di depak dari tongkrongan karena sibuk di bangku perkuliahan. Cheers!

(Imam Supriono /SMNetwork )