![]() |
|
|
||||||||||||||
|
|
Lima Kantong Darah Terinfeksi HIV/AIDS
Ponorogo, CyberNews. Unit Transfusi Darah
Cabang (UTDC) PMI Kabupaten Ponorogo kemarin memusnahkan lima kantong darah
yang terinfeksi virus HIV/AIDS.
Kantong darah yang diketahui tercemar virus HIV/AIDS ini diketahui setelah UTDC PMI Kab Ponorogo melakukan screening terhadap 600 kantong donor darah dari periode Juni hingga Juli 2007. Menurut Kepala UTDC PMI Kabupaten Ponorogo, Suparto, kantong darah yang terdeteksi terinfeksi HIVAids ini diketahui setelah pihaknya melakukan uji laboratorium dua kali yakni di Surabaya dan Jakarta. "Setelah uji lab itu terdeteksi ada 5 kantong darah itu yang positif HIV/Aids sehingga kami musnahkan," ujarnya. Ia mengatakan, adanya 5 kantong darah yang positif tercemar HIV/AIDS ini menunjukkan kalau tingkat penyebaran HIV/Aids cukup tinggi di wilayah Ponorogo. Pasalnya, kata dia, jumlah pendonor darah di Ponorogo hanya sekitar satu persen saja dari seluruh jumlah penduduk yang ada. "Ini yang baru terdeteksi karena ikut donor darah. Nah penderita HIV/Aids yang belum terdeteksi saya kira masih banyak," urainya. Selain memusnahkan lima kantong darah yang positif HIV/AIDS, pihaknya juga memusnahkan puluhan kantong darah yang tercemar penyakit menular lainnya seperti hepatitis B, C, dan Sipilis. Setelah ada penemuan kantong darah yang terindikasi HIV/Aids itu pihak UTDC PMI Ponorogo langsung melaporkan ke dinas kesehatan setempat untuk ditelusuri lebih lanjut. "Kami akan menelusuri lebih lanjut mengenai temuan itu. Tapi untuk mengetahui benar-benar apakah seseorang positif menderita HIV/AIDS perlu pemeriksaan intensif," ujar Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, Titiek Mukartini. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Ponorogo menyebutkan dari tahun 2005
hingga 2007 ini terdapat 10 orang positif HIV/AIDS. Tiga orang diantaranya
meninggal dunia dan dua lainnya dirawat dirumah sakit di Surabaya.( okz/Cn08 )
|
|||||||||||||
| Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission |