![]() |
|
|
||||||||||||||
|
|
3 Tahun, 20.000 Orang Ikut Pelatihan Microsoft
Jakarta, CyberNews. Sejak tahun 2003,
Microsoft meluncurkan Program Pemberdayaan Masyarakat yang bertajuk
Microsoft Unlimited Potential. Program ini dijalankan oleh Microsoft secara
serentak di seluruh dunia di negara dimana Microsoft menjalankan bisnisnya.
Program Unlimited Potential (UP) bertujuan untuk memberikan sarana pelatihan dan pembelajaran bagi masyarakat yang ‘underserved’ terhadap informasi agar mereka dapat meningkatkan taraf hidupnya. "Dalam menjalankan program ini, Microsoft bekerjasama dengan lembaga non-profit untuk mendirikan CTLC (Community Training and Learning Centre)," demikian rilis yang diterima SM CyberNews. Micorsoft telah bekerjasama dengan 8 lembaga non-profit yang berperan sebagai koordinator bagi lembaga swadaya masyarakat atau kelompok masyarakat yang ada di tingkat daerah. Selama 3 tahun ini, telah ada sekitar 20.000 orang yang ikut pelatihan dan hampir 150.000 orang yang mendapatkan akses terhadap informasi melalui CTLC ini. Adapun masyarakat yang dikategorikan sebagai masyarakat yang ‘underserved’ sangat tergantung pada issue suatu negara. Di Indonesia, berdasarkan hasil survey singkat yang dilakukan oleh Microsoft, ditemukan bahwa komunitas petani dan penyandang cacat sebagai masyarakat yang ‘underserved’. Hal ini karena jumlah populasi petani yang cukup besar di Indonesia , yaitu sebanyak lebih dari 40 juta orang penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Namun penghasilan rata-rata sebagian besar petani kita di bawah rata-rata. meski demikian mereka memiliki potensi yang sangat besar. "Memberdayakan petani muda dapat memberikan dampak terhadap tingkat urbanisasi. Selain itu juga karena pemerintah Indonesia mempunyai prioritas di bidang pertanian dengan diluncurkannya program Revitalisasi Pertanian pada bulan Juni tahun 2005 lalu," ungkap Microsoft. Disebutkan, komunitas lainnya adalah penyandang cacat. Sarana untuk penyandang cacat yang masih sangat minim dan aksesibilitas yang rendah menyebabkan para penyandang cacat tidak dapat mengakses informasi selayaknya orang yang normal. Padahal bagi seorang tuna netra, banyak sekali potensi yang dapat digali, karena intelligent mereka masih sangat baik dan dapat digunakan untuk banyak hal seperti menulis, mengarang buku, menjadi jurnalis/penulis, dll. Kedua komunitas inilah yang menjadi fokus utama program Microsoft UP. Sejak masa percobaan dari tahun 2003 telah terlihat banyaknya manfaat Teknologi Informasi ini bagi para petani. Hal ini terlihat dari kisah beberapa kelompok tani yang berhasil memasarkan produknya melalui internet. Dengan demikian para petani dapat memperpendek jalur distribusi dan pada akhirnya mereka dapat meningkatkan mata pencaharian mereka. Ke depan, Microsoft akan lebih memberikan perhatian pada komunitas petani
dengan mendirikan lebih banyak CTLC sebagai Pusat Informasi Desa yang dapat
dimanfaatkan oleh komunitas petani untuk mencari informasi, memperluas
peluang pasar dan memperpendek jalur distribusi.( mh habieb shaleh/Cn08 )
|
|||||||||||||
| Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission |