![]() |
|
|
||||||||||||||
|
|
Patung Pancoran Dipastikan Tidak Roboh
Jakarta, CyberNews. Patung Pancoran di
Jakarta Selatan hanya mengalami kerusakan kecil di bagian kaki dan
pelataran. Kerusakan itu sudah lama terjadi dan disebabkan oleh pembangunan
fly over di jalan tersebut, bukan karena gempa yang terjadi Rabu
(19/7) sore.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pertamanan DKI Jakarta Sarwo Handayani menjawab pertanyaan wartawan seputar rusaknya patung Pancoran di Balai Kota, Kamis (20/7) malam. "Kerusakaan patung Pancoran tidak di pondasi utamanya, bukan di bagian struktur. Hanya kerusakan kecil saja. Karena itu, kami memastikan patung tersebut tidak akan roboh," kata Sarwo. Menurut Sarwo, sebelum dan sesudah terjadi gempa di Jakarta, Dinas Pertamanan telah melakukan pemeliharaan secara berkala terhadap patung Pancoran, yang mengambarkan pria berotot dalam posisi berlari kencang. Pemeliharaan juga dilakukan terhadap ratusan patung yang ada di Jakarta seperti patung Diponegoro di Taman Suropati, patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, dan patung Sudirman di Jl Jenderal Sudirman. "Nah, akibat gempa yang terjadi di Jakarta, kami sekarang sedang meneliti lebih lanjut apakah ada kerusakan terhadap patung-patung itu atau tidak. Jadi, sampai sekarang masih kita teliti dan belum ada data lengkapnya," kata Sarwo. Patung Pancoran sendiri merupakan monumen atau Patung Dirgantara yang kini diapit oleh dua fly over. Patung ini dirancang oleh Edhi Sunarso dan dikerjakan Keluarga Arca Yogyakarta. Patung yang terbuat dari bahan dasar perunggu, tinggi 11 meter, berat patung 11 ton, dengan tinggi kaki patung (vootstuk) 27 meter ini merupakan salah satu monumen kebanggaan Bung Karno sebagai cermin keperkasaan bangsa Indonesia di bidang penerbangan. Patung yang dikerjakan selama satu tahun ini mempunyai filosofi yang artinya melambangkan keberanian, kesatriaan dan kedirgantaraan yang didasarkan pada kejujuran, keberanian dan semangat mengabdi. Latar belakang pembuatan monumen ini berawal dari keinginan Bung Karno diakhiri pemerintahannya. Beliau menghendaki dibuatnya patung dirgantara yang melambangkan manusia angkasa, gagah berani untuk menjelajah angkasa. Bung Karno ingin segera melihat patung itu didirikan dengan megahnya di Jakarta. Hal itu merupakan kebanggaan tersendiri baginya. Karena itu biaya untuk pembuatan patung dipikul sendiri dengan cara menjual mobil pribadi dan sampai-sampai dalam pembuatannya, Proklamator RI itu secara langsung mengawasi selama pekerjaan tersebut sehingga merepotkan dalam pengawalannya. Namun sayangnya, keindahan dan keperkasaan patung Pancoran kini terhalang oleh dua fly over yang ada di sisi kiri dan kanannya. ( kcm/Cn08 )
|
|||||||||||||
| Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission |