![]() |
|
|
||||||||||||||
|
|
Pemerintah Siapkan Sekitar 1.000 Pusat Data
Jakarta, CyberNews. Pemerintah melalui
Bappenas bekerjasama dengan United Nations Development Program (UNDP) akan
membangun sekitar 1.000 pusat pengelola data elektronik (telecenter) di
seluruh Indonesia hingga lima tahun ke depan.
"Telecenter sebagai pusat informasi berbasis internet diharapkan dapat memberdayakan masyarakat miskin di daerah-daerah tertinggal," kata Direktur Proyek Partnership for e-Prosperity for the Poor (Pe-PP), Bappenas, Agung Hardjono, kepada pers di Jakarta awal pekan ini. Menurut Agung, fokus proyek Pe-PP adalah masyarakat miskin yang memiliki aktivitas ekonomi antara lain, petani, nelayan, pedagang, perajin. "Pembangunan telecenter nantinya dapat mengidentifikasi potensi, kondisi, dan kebutuhan masyarakat sehingga dapat memberikan layanan yang optimal sesuai dengan kebutuhan spesifik pengguna," kata Agung. Saat ini, lanjutnya, sudah tujuh proyek percontohan telecenter yang meliputi tiga di pulau Jawa, tiga lokasi di Sulawesi dan satu di Papua. Ia mengakui, upaya pembangunan telecenter dan sejenisnya sudah pernah dilakukan pemerintah, swasta, LSM, dan masyarakat, namun masih secara sporadis dan terisolir antar satu program dengan program yang lainnya. Untuk merealisasikan program tersebut, kata Agung, pemerintah bersama dengan UNDP akan menyelenggarakan Konferensi Nasional bertajuk "Pembangunan Layanan dan Informasi di Telecenter Secara Partisipator untuk Masyarakat Pedesaan" yang diselenggarakan di Jakarta pada 14-15 Desember 2005. Dalam konferensi itu akan diupayakan dapat menyatukan persepsi dan langkah selanjutnya untuk merealisasikan program dengan menggandeng pihak terkait seperti PT Microsoft Indonesia, Asosiasi Warnet Indonesia, Masyarakat Telematika (Mastel). ( ant/Cn08 )
|
|||||||||||||
| Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission |