SUARA MERDEKA CYBERNEWS

print print

25/02/2009 17:49 wib - Daerah Aktual
Belasan Ayam Mati Mendadak
Dua Balita di Klaten Positif Flu Burung

Klaten, CyberNews. Dua balita masing-masing Roslik Wahyu Adiarta (5) dan keponakannya Wisnu Candra ( 1) warga Dusun Kemalang, Desa Dompol, Kecamatan Kemalang Rabu (25/2) dirawat di RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro karena dinyatakan suspect flu burung. Kedua bocah itu mengalami gejala demam, pilek dan sesak nafas setelah belasan ayam kampung milik keluarga mati mendadak.

Dua pasien balita yang masih saudara sepupu dan rumahnya berdekatan itu dirujuk dalam waktu berbeda. Awalnya, Roslik masuk ke RSUP kali pertama pada Selasa malam ( 24/2) pukul 21.00 setelah menderita demam tinggi beberapa hari. Keluarga sempat memeriksakan ke Pusat Pelayanan Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial ( PPKKS) tetapi demam dan sesak nafasnya tidak kunjung sembuh.

Dari penelusuran riwayat penyakit, ternyata ada riwayat kematian unggas di lingkungan mereka. Sebab memiliki riwayat kematian unggas, oleh PPKKS dia dirujuk ke RSUP untuk menjalani observasi AI. RSUP menempatkan Roslik di lantai II ruang isolasi. Selain Roslik ternyata Wisnu juga menyusul mengalami gejala yang sama. Hanya saja dia tidak langsung dibawa ke RSUP. Baru setelah Rabu ( 25/2) demamnya tidak kunjung mereda Wisnu juga dirujuk.

Ibu kandung Wisnu, Triyanti ( 28) mengatakan gejala awalnya hanya demam dan sesak napas mirip flu. '' Saya sudah memeriksakan ke dokter PPKKS tetapi dirujuk ke RSUP karena ada riwayat ayam mati, '' ujar dia Rabu ( 25/2).

Dia mengatakan, sebelum keduanya mengalami demam tinggi, sebanyak 15 ekor ayam kampung miliknya mati mendadak. Kematian unggas itu dilaporkan ke Dinas Pertanian dan Tim Subdin Peternakan yang memeriksa ayam itu memberitahukan kalau ayam-ayam itu mati karena AI. Namun dia mengaku tidak menduga jika kemudian anaknya mengalami demam dan diduga AI.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, dokter Ronny Roekmito M Kes mengatakan keduanya dikirim dan dinyatakan suspect karena gajala yang dialami mengarah ke AI. ''Selain itu ada riwayat AI di lingkungannya sehingga kami kirim, '' ujar dia.

Pemeriksaan kepada keduanya masih terus dilakukan dan dimonitor. Dia menyerahkan semua penanganan ke RSUP karena dalam kasus AI RS rujukan lebih mengetahui. Sampel darah dan swap (sampel lendir dari hidung) sudah diambil dan masih menunggu hasilnya.

Direktur Medik dan Keperawatan, RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro dokter Bambang Purwoatmojo SP THT mengatakan kondisi keduanya dari pemeriksaan masih normal. Pemeriksaan sudah dilakukan termasuk darah dan swap. ''Selain dirawat di ruang isolasi semua perkembangan akan dimonitor dan secara berkala akan diperiksa,'' ujar dia.

Dikatakannya, setiap delapan jam sekali akan dilakukan pemeriksaan dengan mengarah ke pemeriksaan AI. Hasil pemeriksaan sementara menurutnya tidak ditemukan ke arah positif AI seperti gejala pnemuonia atau radang paru-paru akut. Pemeriksaan darah juga masih wajar karena leukositnya tidak menurun drastis seperti terserang AI. Namun meski demikian keduanya tetap diperlakukan sebagai pasien yang mengarah ke AI. ( achmad hussain)

Standar Kelulusan Naik, Sekolah Kerja Keras

Kebumen, CyberNews. Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2009 dijadwalkan digelar April mendatang. Di Kabupaten Kebumen UN akan diikuti sebanyak 60.768 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Jika dibandingkan dengan UN 2008 yang diikuti oleh 62.146 siswa, jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 1378 peserta.

Dari data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen, jumlah peserta UN 2009 terdiri dari 22.198 siswa dari jenjang SMP/MTS/SMP Terbuka, SMA/MA sebanyak 5.158 siswa, dan SMK 8.402. Sedangkan jumlah peserta dari SMP Luar Biasa lima siswa, SMA Luar Biasa satu siswa dan SD/MI 25.004 siswa.

Kepala Bidang SLTP, SMU dan SMK Kebumen Drs Maryono menginformasikan pelaksanaan ujian SMA/MA pada 20-24 April dan SMK dilaksanakan 20-22 April. Sedangkan UN SMP/MTS/LB dimulai 27 – 30 April. Khusus untuk SMK, pada minggu kedua sampai ketiga bulan Maret akan dilaksanakan ujian teori dan praktik sesuai kompetensi keahlian.

Adanya kenaikan standar kelulusan diakui atau tidak cukup memberatkan siswa. Untuk meningkatkan tingkat kelulusan pada tahun ini, pihaknya telah memberikan arahan kepada tiap sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Salah satunya adalah memberikan imbauan ke sekolah-sekolah untuk memperbanyak try out. "Para kepala sekolah juga diharapkan menambah jam pelajaran khusus mata pelajaran (mapel) yang di-UN kan," katanya secara khusus meminta sekolah yang kurang berhasil pada UN tahun lalu agar lebih berbenah.

Mengingat tahun ini standar kelulusan (passing grade) UN kembali dinaikkan dari rata-rata 5,25 menjadi 5,50 dengan tidak ada nilai di bawah 4,00, berbagai persiapan telah dilakukan pihak sekolah agar siswanya lulus ujian. SMK Maarif 1 Kebumen misalnya, mempersiapkan siswanya menghadapi dengan meningkatkan les pendalaman mata pelajaran UN sejak bulan Desember 2008, termasuk materi terori kejuruan.

Kepala SMK Maarif 1 Kebumen Drs Khomsin MPd mengatakan, untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa pihaknya juga menggelar try out dua bulan sekali. Tidak cukup itu, sekolah yang kini berstatsus RSBI itu juga mendatangkan lembaga dari Yogyakarta untuk memberikan Kursus Bahasa Inggris kepada siswanya. Antara lain dengan try out dan tambahan les di luar jam sekolah.

"Selain itu kami juga membekali siswa dengan bekal mental spiritual dengan menggelar mujahadah," kata Khomsin kepada SM CyberNews, Rabu (25/2).

Pada tahun ini, kata dia, jumlah siswa yang akan mengikuti UN sebanyak 483 siswa. Pihaknya mentargetkan pada ujian kali ini tingkat kelulusan mencapai 100 persen. Mengingat pada tahun 2009 sekolah ini terdadat 14 siswa yang tidak lulus dalam UN. "Mudah-mudah nilai rata-rata juga naik. Target kami nilai rata-rata minimal 6,5 karena tahun lalu nila rata-rata 6,41," katanya.

(Achmad Hussein /CN08)

Close